- Dua nelayan Situbondo bernama Sukandar dan Fendiyanto hilang kontak di perairan Demung sejak Jumat pagi.
- Perahu fiber Putri Kirana yang mereka tumpangi mengalami mati mesin total saat perjalanan pulang melaut.
- Tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan nelayan dikerahkan melakukan pencarian di lokasi kejadian.
SuaraJatim.id - Kamis dini hari (3/9/2026), dua nelayan Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo, Sukandar (55) dan Fendiyanto (35) sudah membelah pekatnya malam.
Dengan perahu fiber bernama Putri Kirana, mereka berangkat melaut dengan harapan membawa pulang hasil tangkapan yang melimpah.
Namun, hingga Jumat (4/9/2026) pagi, perahu itu tak kunjung tampak di garis cakrawala. Harapan keluarga berganti menjadi kecemasan yang menyesakkan dada.
Drama di tengah laut ini bermula saat perahu Putri Kirana sedang dalam perjalanan pulang. Di tengah luasnya perairan Demung, mesin perahu tiba-tiba terbatuk dan mati total.
Sukandar dan Fendiyanto sempat menunjukkan ketenangan. Mereka menghubungi pihak keluarga melalui ponsel untuk mengabarkan kendala tersebut.
Di seberang telepon, mereka bercerita sedang berupaya memperbaiki mesin yang mogok. Namun, waktu terus bergulir. Jarum jam melewati pukul 15.00 WIB, waktu di mana biasanya mereka sudah menambatkan perahu di dermaga.
Sejak saat itu, ponsel mereka tak lagi bisa dihubungi. Suara mesin yang mati diikuti oleh senyapnya komunikasi.
"Keduanya sudah berupaya melakukan perbaikan mesin, tetapi tidak berhasil. Sampai batas waktu pulang, mereka belum kembali dan kemudian hilang kontak," ujar Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, Jumat (4/9/2026) pagi dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Keluarga yang dirundung pilu segera melapor ke pemerintah desa, yang kemudian menggerakkan mesin penyelamatan lintas instansi. Kini, perairan Demung menjadi titik fokus pencarian.
Baca Juga: Deadline Lewat! Proyek Jalan di Situbondo Sisakan Lubang Utang Rp931 Juta
BPBD Situbondo bersinergi dengan Basarnas Kansar Banyuwangi, TNI-Polri, Tagana, hingga Satpolairud Polres Situbondo. Tak ketinggalan, rekan-rekan sesama nelayan pun turut menyisir setiap jengkal koordinat, berharap menemukan titik terang keberadaan "Putri Kirana".
Meskipun cuaca secara visual terpantau cerah berawan pada Jumat pagi, keberadaan Sukandar dan Fendiyanto masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.
"Kami mengimbau nelayan agar memastikan kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan seperti pelampung benar-benar siap sebelum berangkat," tegas Puriyono.
Berita Terkait
-
Deadline Lewat! Proyek Jalan di Situbondo Sisakan Lubang Utang Rp931 Juta
-
Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa II Berhasil Dievakuasi, Ini Kata Wamenhub
-
Siapa Sari Sukoco? Korban KMP Mutiara Sentosa 2 yang Tak Pernah Sampai di Pelaminan
-
Senyum Terakhir di KMP Mutiara Sentosa 2: Rencana Pernikahan Sari yang Kandas di Laut Sapudi
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara