- Dua pria kedapatan mencuri jeruk nipis senilai satu juta rupiah di Desa Sambimulyo pada Selasa subuh.
- Warga yang emosi melakukan pengeroyokan massal hingga menyebabkan terduga pelaku berinisial VK meninggal dunia dalam perjalanan medis.
- Polresta Banyuwangi menyelidiki kasus pencurian sekaligus memburu para provokator yang terlibat aksi pengeroyokan maut tersebut.
SuaraJatim.id - Dugaan aksi pencurian buah jeruk nipis di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, berujung petaka berdarah.
Niat menggasak hasil kebun senilai Rp1 jutaan harus dibayar teramat mahal. Satu nyawa melayang akibat amuk massa yang membabi buta, Selasa (15/9/2026) subuh.
Tragedi ini bermula sekitar pukul 04.30 WIB. Pagi yang masih temaram mendadak gaduh saat pemilik kebun mendapati dua pria, berinisial HS dan VK, telah dikepung warga yang tersulut emosi.
Di samping keduanya, tergeletak satu karung biru berisi jeruk nipis petikan seharga Rp1,02 juta, barang bukti yang seketika menjadi pemicu aksi main hakim sendiri.
Aparat Polsek Bangorejo yang meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 05.00 WIB mendapati pemandangan mencekam. Kedua terduga pelaku sudah dalam kondisi babak belur bersimbah darah.
Polisi bergegas mengevakuasi keduanya untuk mendapatkan pertolongan medis. HS yang menderita luka ringan langsung diamankan ke Mapolsek Bangorejo usai dirawat.
Nahas bagi VK, hantaman keras bertubi-tubi membuatnya menderita cedera fatal. Sempat dilarikan ke Puskesmas Kebondalem lalu dirujuk ke RS Graha Medika, VK mengembuskan napas terakhirnya di tengah perjalanan.
Kematian VK seketika mengubah arah hukum. Satreskrim Polresta Banyuwangi kini resmi menggelar dua penyelidikan terpisah secara paralel yakni memproses kasus dugaan pencurian, sekaligus memburu para pelaku pengeroyokan maut.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Rofiq Ripto Himawan menegaskan bahwa jajarannya sudah bergerak menyisir TKP, memeriksa saksi, dan mengumpulkan bukti-bukti untuk menjerat para provokator di balik aksi anarkistis tersebut.
Baca Juga: Aksi Bobol Toko Terpantau CCTV HP, Pencuri di Probolinggo Tewas Dihajar Massa
"Setiap dugaan tindak pidana harus diserahkan kepada proses hukum. Masyarakat kami imbau keras tidak melakukan tindakan main hakim sendiri karena kekerasan fatal seperti ini justru menimbulkan persoalan pidana baru," tegas Kombes Rofiq dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Pihak kepolisian memastikan tidak akan berkompromi dan bakal menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat dalam aksi kekerasan massal yang merenggut nyawa manusia tersebut.
Berita Terkait
-
Aksi Bobol Toko Terpantau CCTV HP, Pencuri di Probolinggo Tewas Dihajar Massa
-
Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Mulai Terurai, Antrean Truk dari 16 Km Jadi 7 Km
-
Ijen Membara! Api Kepung Pondok Bunder, Jalur Pendakian Resmi Ditutup Total
-
Geger di Banyuwangi! Pria Bakar Alquran Pamer di Status WA, Motifnya Bikin Elus Dada
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT