Wakos Reza Gautama
Kamis, 17 September 2026 | 07:50 WIB
Ilustrasi Warga Desa Sambimulyo, Banyuwangi, yang emosi melakukan pengeroyokan massal hingga menyebabkan terduga pelaku berinisial VK meninggal dunia dalam perjalanan medis. [Antara]
Baca 10 detik
  • Dua pria kedapatan mencuri jeruk nipis senilai satu juta rupiah di Desa Sambimulyo pada Selasa subuh.
  • Warga yang emosi melakukan pengeroyokan massal hingga menyebabkan terduga pelaku berinisial VK meninggal dunia dalam perjalanan medis.
  • Polresta Banyuwangi menyelidiki kasus pencurian sekaligus memburu para provokator yang terlibat aksi pengeroyokan maut tersebut.

SuaraJatim.id - Dugaan aksi pencurian buah jeruk nipis di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, berujung petaka berdarah.

Niat menggasak hasil kebun senilai Rp1 jutaan harus dibayar teramat mahal. Satu nyawa melayang akibat amuk massa yang membabi buta, Selasa (15/9/2026) subuh.

Tragedi ini bermula sekitar pukul 04.30 WIB. Pagi yang masih temaram mendadak gaduh saat pemilik kebun mendapati dua pria, berinisial HS dan VK, telah dikepung warga yang tersulut emosi.

Di samping keduanya, tergeletak satu karung biru berisi jeruk nipis petikan seharga Rp1,02 juta, barang bukti yang seketika menjadi pemicu aksi main hakim sendiri.

Aparat Polsek Bangorejo yang meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 05.00 WIB mendapati pemandangan mencekam. Kedua terduga pelaku sudah dalam kondisi babak belur bersimbah darah.

Polisi bergegas mengevakuasi keduanya untuk mendapatkan pertolongan medis. HS yang menderita luka ringan langsung diamankan ke Mapolsek Bangorejo usai dirawat.

Nahas bagi VK, hantaman keras bertubi-tubi membuatnya menderita cedera fatal. Sempat dilarikan ke Puskesmas Kebondalem lalu dirujuk ke RS Graha Medika, VK mengembuskan napas terakhirnya di tengah perjalanan.

Kematian VK seketika mengubah arah hukum. Satreskrim Polresta Banyuwangi kini resmi menggelar dua penyelidikan terpisah secara paralel yakni memproses kasus dugaan pencurian, sekaligus memburu para pelaku pengeroyokan maut.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Rofiq Ripto Himawan menegaskan bahwa jajarannya sudah bergerak menyisir TKP, memeriksa saksi, dan mengumpulkan bukti-bukti untuk menjerat para provokator di balik aksi anarkistis tersebut.

Baca Juga: Aksi Bobol Toko Terpantau CCTV HP, Pencuri di Probolinggo Tewas Dihajar Massa

"Setiap dugaan tindak pidana harus diserahkan kepada proses hukum. Masyarakat kami imbau keras tidak melakukan tindakan main hakim sendiri karena kekerasan fatal seperti ini justru menimbulkan persoalan pidana baru," tegas Kombes Rofiq dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Pihak kepolisian memastikan tidak akan berkompromi dan bakal menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat dalam aksi kekerasan massal yang merenggut nyawa manusia tersebut.

Load More