SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Memasuki pelaksanaan ke-166, pasar murah kali ini berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, minggu lalu.
Program ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga daya beli masyarakat, meringankan pengeluaran rumah tangga, sekaligus mendukung pengendalian inflasi melalui penyediaan bahan pangan dengan harga di bawah harga pasar.
Pasar murah yang disambut antusias warga tersebut menyediakan beragam kebutuhan pokok, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga tepung terigu. Kegiatan berlangsung sejak siang hingga sore dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berbelanja berbagai kebutuhan dapur dalam satu lokasi.
Gubernur Khofifah mengatakan, pasar murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melalui kegiatan yang digelar di berbagai daerah di Jawa Timur, pemerintah berupaya mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami ingin masyarakat semakin mudah mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Pasar murah ini menjadi ikhtiar bersama untuk membantu meringankan pengeluaran keluarga sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, pelaksanaan pasar murah di berbagai titik juga diharapkan dapat membantu mengendalikan inflasi, terutama melalui upaya menjaga keterjangkauan harga komoditas pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Kita lakukan diberbagai titik, harapannya bisa mendekatkan penjangkauan daya beli masyarakat, kedua ini pasti penetrasi inflasi,” katanya.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian dalam pasar murah tersebut adalah beras. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual seharga Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per sak berisi lima kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP sebesar Rp12.500 per kilogram. Sebagai pembanding, harga beras medium di Kabupaten Pacitan tercatat Rp13.416 per kilogram.
Sementara itu, beras premium ditawarkan dengan harga Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per sak berisi lima kilogram. Harga tersebut juga lebih rendah dibandingkan harga beras premium di Kabupaten Pacitan yang tercatat Rp14.800 per kilogram.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih bagi Masyarakat Pacitan Senilai Rp 11,499 M
Selain beras, tersedia 200 kilogram gula pasir yang dijual seharga Rp14.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di Kabupaten Pacitan sebesar Rp18.000 per kilogram. Minyak goreng juga disediakan sebanyak 240 liter dengan harga Rp13.000 per liter.
Untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, pasar murah menyediakan 200 kemasan telur ayam ras dengan harga Rp20.000 per kemasan serta 100 kemasan daging ayam ras seharga Rp32.000 per kemasan.
Masyarakat juga dapat membeli paket cabai merah besar dan cabai rawit merah seharga Rp5.000 per paket berisi 200 gram. Total pasokan cabai yang disediakan mencapai 30 kilogram.
Adapun bawang merah dan bawang putih masing-masing tersedia sebanyak 20 kilogram. Kedua komoditas tersebut dijual seharga Rp6.000 per kemasan 250 gram atau setara Rp24.000 per kilogram. Harga itu lebih rendah dibandingkan harga masing-masing komoditas di Kabupaten Pacitan yang tercatat Rp28.666 per kilogram.
Untuk kebutuhan lainnya, tersedia 50 kilogram tepung terigu dengan harga Rp10.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di Kabupaten Pacitan sebesar Rp12.166 per kilogram.
Khofifah menegaskan, keterjangkauan harga perlu diimbangi dengan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi. Maka, upaya menjaga stabilitas pangan membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.
Berita Terkait
-
Gubernur Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih bagi Masyarakat Pacitan Senilai Rp 11,499 M
-
Gubernur Khofifah Kirim Heli Water Bombing untuk Penanganan Kebakaran TPA Supit Urang Malang
-
Gubernur Khofifah Apresiasi Para Atlet Jatim Mampu Pecahkan Rekor dalam Asian Para Games 2026
-
Jatim Cegah Stunting, Gubernur Khofifah Bagikan Paket Gizi bagi Ibu Hamil dan Balita di Pacitan
-
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan dan Fasilitas Vokasi di SMKN 2 Pacitan
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perluas Akses Bahan Pokok Harga Terjangkau Masyarakat, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah Pacitan
-
Ber-IQ Tinggi dan Sarjana, Terkuak Alasan Dingin Jagal Madiun Bantai Istri Siri dan Anak
-
8 Tahun Dibui, Eks Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Bebas Bersyarat Hari Ini
-
Beli Mesin Pencacah Rp13 Juta Khusus Habisi Ibu-Anak, Pelaku Jagal Madiun Obral Alat Bukti
-
Tetangga Syok Pria Pendiam di Gang Tentrem Madiun Jadi Otak Pembunuhan Sadis Ibu-Anak