Ronald Seger Prabowo
Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mendesak Polri mengusut tuntas kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. [Ist]
Baca 10 detik
  • Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso mendesak Bareskrim Polri mengusut tuntas otak penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo di Jakarta pada Rabu.
  • Sugiat menyatakan kasus tersebut tidak mengganggu jalannya pemerintahan karena Presiden Prabowo memiliki mandat kuat dari rakyat.
  • Ia meminta penegakan hukum dilakukan secara transparan untuk mengungkap motif dan jaringan yang terlibat tanpa pandang bulu.

SuaraJatim.id - Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mendesak Polri mengusut tuntas kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Ia meminta penyidikan tidak hanya menyasar para pelaku lapangan yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi juga mengungkap pihak yang diduga menjadi otak di balik aksi tersebut.

Sugiat menyatakan dukungannya terhadap langkah Polri menetapkan sejumlah perwira tinggi sebagai tersangka dalam kasus penyadapan ilegal tersebut. Menurut dia, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu, termasuk jika melibatkan aparat penegak hukum.

"Bareskrim harus mengusut tuntas siapa pihak yang menjadi otak penggerak, pemberi perintah, maupun penyandang dana di balik aksi penyadapan ilegal ini," kata Sugiat, Rabu (4/11/2026).

Ia menegaskan, dugaan penyadapan tersebut tidak akan memengaruhi, apalagi mendikte, arah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Menurutnya, pemerintahan saat ini memiliki legitimasi kuat karena berdiri di atas mandat rakyat sehingga tidak seharusnya tunduk pada bentuk intimidasi maupun tekanan dari pihak mana pun.

Lebih jauh, Sugiat menilai kasus tersebut harus menjadi momentum untuk membenahi praktik penyalahgunaan kewenangan di lingkungan birokrasi. Ia mengingatkan agar penanganan perkara tidak berhenti pada pengungkapan pelaku teknis, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.

"Perlu dilakukan pendalaman secara transparan mengenai motif di balik tindakan ini, apakah murni kejahatan informasi, motif politik untuk mengganggu stabilitas nasional, atau ada keterlibatan jaringan, kepentingan pihak eksternal tertentu," ujarnya.

Sugiat juga menilai dugaan penyadapan tersebut tidak mengganggu jalannya pemerintahan Presiden Prabowo. Ia menyebut agenda strategis pemerintah tetap berjalan solid dan fokus, terutama dalam menjalankan program-program yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Tiga Anggota Polri Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal, Irwasum Tegaskan Bukan Kebijakan Institusi

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai kasus tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum. Ia berharap penyidikan dilakukan secara profesional, transparan, serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

"Presiden Prabowo Subianto memimpin dengan mandat rakyat yang bersih dan kuat. Segala bentuk intimidasi digital, spionase, atau operasi senyap tidak akan pernah berhasil mendikte jalannya pemerintahan," kata Sugiat.

Ia kembali menegaskan pentingnya pengusutan hingga ke akar persoalan agar kasus tersebut dapat terungkap secara menyeluruh dan tidak menyisakan pertanyaan mengenai pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Load More