Telisik Identitas Wanita Termutilasi, Polisi Terkendala Jari Mengeras

Rizki Nurmansyah
Telisik Identitas Wanita Termutilasi, Polisi Terkendala Jari Mengeras
Ilustrasi mayat/ kamar mayat/ jenazah. (Shutterstock)

"Jarinya mengeras, tidak bisa sidik jarinya dideteksi alat kami," kata Subandi.

Suara.com - Polres Malang Kota kesulitan mengungkap identitas mayat perempuan termutilasi, akibat jari tangan yang telah mengeras. Korban sebelumnya ditemukan di lantai II bekas salah satu mal di Pasar Besar Malang, Jawa Timur.

Kanit INAFIS Polres Malang Kota, Iptu Subandi mengatakan, jari pada potongan tangan korban diketahui telah mengeras.

Selain akibat ada unsur kuku jari yang dipotong, juga akibat pengeras alami oleh udara ruangan.

Kematian wanita yang diperkirakan berusia 34 tahun itu juga diduga telah terjadi empat hingga lima hari lalu.

"Jarinya mengeras, tidak bisa sidik jarinya dideteksi alat kami," kata Subandi ditemui di Instalasi Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Selasa (14/5/2019) malam.

Suasana Instalasi Forensik RSSA Malang, Jawa Timur, Selasa (14/5/2019) malam. [Suara.com/Aziz Ramadani]
Suasana Instalasi Forensik RSSA Malang, Jawa Timur, Selasa (14/5/2019) malam. [Suara.com/Aziz Ramadani]

Solusinya, lanjut Subandi, jari mayat korban diinjeksi dengan cairan khusus. Dengan proses itu diharapkan jari bisa melunak.

"Selain tangan, bagian tubuh lainnya membusuk," tutur Subandi.

Jika proses pelunakan itu tak berhasil, maka kata Subandi, pihaknya akan merendam dengan memanfaatkan air cuka.

"Berapa lama proses itu tidak bisa diprediksi," jelasnya.

Subandi menambahkan, pihaknya juga belum bisa memastikan apakan ada unsur kesengajaan dari pelaku untuk merusak identitas korban.

"Kami belum tahu sebelum ada hasil otopsi dan pemeriksaan anatomi lainnya," imbuhnya.

Kontributor : Aziz Ramadani

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS