Disinyalir Adanya Kiriman Sampah Impor, Ini Reaksi DPRD Gresik

Chandra Iswinarno
Disinyalir Adanya Kiriman Sampah Impor, Ini Reaksi DPRD Gresik
Nelayan menyandarkan perahunya di bibir pantai yang dipenuhi sampah plastik di Desa Dadap, Indramayu, Jawa Barat, Senin (26/11). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Nur Qolib menilai keberadaan sampah impor tak hanya bentuk pelanggaran dari sisi lingkungan saja.

Suara.com - Kabar adanya sampah impor dari negara lain yang terkirim ke Kabupaten Gresik Jawa Timur membuat anggota legislatif setempat angkat bicara.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik Nur Qolib mengatakan, jika benar ada sampah impor di wilayahnya maka akan dilakukan beberapa langkah untuk mendalaminya.

Dia mengemukakan, langkah pertama yang dilakukan adalah mendalami persoalan sampah impor sedetailnya, kemudian melakukan kajian dari sisi ketentuan hukum normatifnya seperti apa.

Setelah langkah tersebut, perlu dilakukan mengkajia mengenai dampak lingkungannya dan terakhir, mengkaji dampak sosial sampah impor tersebut.

"Dalam rangka untuk memenuhi yang saya maksud di kajian dari tiga poin tadi, secepatnya akan melakukan koordinasi mengambil langkah untuk mendalaminya," katanya, Selasa (18/6/2019).

Lebih lanjut, ia menilai keberadaan sampah impor tidak hanya bentuk pelanggaran dari sisi lingkungan saja, lantaran bisa menimbulkan banyak dampak.

Untuk itu, ia berjanji segera melakukan komunikasi dengan pimpinan lain mengenai informasi adanya sampah impor tersebut. Untuk nantinya akan dilakukan pemeriksaan di lapangan.

"Nanti malam kita komunikasi dengan pimpinan lain. Kita akan gelar rapat tentang informasi ini. Dari rapat nanti, kita putuskan apakah pimpinan sendiri, atau komisi atau bersama-sama turun ke lapangan," ujar Nur Qolib kepada Suara.com.

Untuk diketahui di Provinsi Jawa Timur, disinyalir ada tiga kabupaten yang terdapat sampah impor. Salah satunya sampah impor yang berada di Kecamatan Wringin Anom Kabupaten Gresik. Keberadaan sampah impor dikhawatirkan bakal menimbulkan pencemaran lingkungan dan membuat masalah bagi kesehatan warga di sekitarnya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengemukakan masuknya sampah-sampah plastik secara ilegal ke Indonesia bukan baru pertama terjadi. Pada Tahun 2015-2016, Indonesia juga sempat melakukan reekspor puluhan kontainer.

"Langkah-langkahnya sudah bisa dilakukan. Hari ini akan dirapatkan di tingkat Dirjen. Pasti kita akan rapat dengan Bea Cukai, Menko Ekuin (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) dan (Menteri) Perdagangan," ujar Siti.

Pernyataan Siti itu disampaikan setelah diketahui adanya sampah plastik impor di Gresik, Jawa Timur.

Kontributor : Tofan Kumara

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS