Full Booked, 600 Pendaki Akan Ikuti Upacara Kemerdekaan di Gunung Semeru

Chandra Iswinarno
Full Booked, 600 Pendaki Akan Ikuti Upacara Kemerdekaan di Gunung Semeru
Puncak Gunung Semeru, Malang, Jawa Timur, Minggu (31/7).

Dari jauh hari, kuota pendakian saat momen Hari Kemerdekaan RI di Gunung Semeru sudah terpenuhi.

Suara.com - Sejumlah 600 pendaki dipastikan mengikuti Upacara HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gunung Semeru, Jawa Timur pada 17 Agustus mendatang. Meski begitu, pengelola membatasi kegiatan tersebut hanya sampai di Pos Kalimati.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat mengatakan, pada momentum Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2019 mendatang, pihaknya tetap membuka akses pendakian Gunung Semeru.

Namun dari jauh hari telah full booked permohonan izin pendakian. Total ada 600 pendaki dipastikan mengikuti peringatan tahunan tersebut.

"Sudah full mas, kuota tetap 600 orang per hari," kata Sarif saat dihubungi Suara.com, Kamis (8/8/2019).

Sarif melanjutkan, lokasi upacara peringatan Kemerdekaan RI terbagi dalam tiga titik. Yakni Pos Ranu Pani, Pos Ranu Kumbolo, dan Pos Kalimati. Pihaknya melarang aktivitas upacara di puncak Gunung Semeru atau dikenal Mahameru itu.

"Untuk puncak kita tidak merekomendasikan sesuai batasan dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). Batas akhir pendakian di Pos Kalimati," ujarnya.

Momentum Kemerdekaan RI selalu jadi agenda rutin dan mendapat antusias tinggi dari pendaki. Karena itu, Sarif mengatakan akan berkoordinasi dengan komunitas pecinta alam setempat.

Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan adanya pendaki ilegal alias tak berizin dengan menyiagakan 10 petugas di setiap pintu masuk.

"Pintu masuk kita sudah siapkan petugas. Pintu masuk Jemplang, Ranu Kumbolo, dan Ranu Pani masing-masing pos ada 10 petugas, belum termasuk bantuan teman-teman relawan," kata Sarif.

BB TNBTS juga tetap mengimbau agar pendaki bijak menggunakan api. Terlebih saat ini memasuki musim kemarau.

"Imbauan para pengunjung, terutama soal sampah diharapkan dibawa kembali dan bijaksana menggunakan api. Karena musim kering. Selesai menggunakan api pastikan padam tidak ada bara api tertinggal," katanya.

Kontributor : Aziz Ramadani

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS