SuaraJatim.id - Jelang perayaan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, pedagang pernak-pernik agustusan di Sumenep, Jawa Timur, mulai ramai menjajakan dagangannya di jalan-jalan utama.
Pantauan suara.com, pada Kamis (8/8/2019), hampir di sepanjang jalan Trunojoyo Sumenep dipenuhi pedagang musiman tersebut. Para pedagang menjual bendera merah putih dan berbagai macam corak dan warna.
Mereka datang ke kabupaten yang berada di ujung timur pulau madura tersebut berharap berkah kemerdekaan untuk mengais rezeki. Salah satunya Tania Bintang Indriyani, wanita 27 tahun asal Garut, Jawa Barat.
Tania mengaku sudah lima kali datang ke Sumenep untuk menjual bendera merah putih. Diakuinya, usaha tersebut merupakan turunan dari sang bapak yang menjajakan pernak-pernik serupa.
Baca Juga:Jelang HUT RI Ke-74, Napi Lapas Wanita Malang Jahit Merah Putih 120 Meter
“Ini melanjutkan usaha bapak. Bapak 15 tahun jualan di sini (Sumenep),” ujar Tania kepada Suara.com, Kamis (8/8/2019).
Saat menjajakan barang dagangannya, Tania dengan sigap menjelaskan harga pernak-pernik yang dijual selama di Kota Keris tersebut.
"Harganya variatif, dari Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu, tergantung ukuran, model, bahan, corak dan warnanya," ucapnya.
Berbagai motif dan corak sudah dipersiapkan sejak awal, baik yang berukuran kecil maupun yang besar, termasuk umbul-umbul berlogo kota Sumekar dan bertuliskan Kabupaten Sumenep juga tersedia.
Meski begitu, ia mengakui, sejak pertengahan Juli hingga menjelang upacara kemerdekaan 17 Agustus, jualannya masih sepi peminat. Menurutnya, pembelinya masih dari kalangan dari pejabat atau kantor-kantor yang ada di Sumenep. Sementara dari kalangan rumah tangga hanya satu dua orang saja.
Baca Juga:Massa Jokowi Disuruh Betulkan Bendera Merah Putih, Takut Diomongin Netizen
"Pembelinya masih dari kalangan pejabat atau kantor-kantor, untuk kalangan rumah tangga hanya satu dua orang saja," ujarnya.
Dari penjualan bendera atau umbul-umbul tersebut, Tania akan mendapatkan bonus dari jurangannya. Adapun besar kecilnya pendapatannya tergantung jumlah barang yang laku.
"Tergantung penjualan, Kalau lakunya banyak, saya dapat bonus banyak pula dari bos saya," ungkapnya.
Kontributor : Muhammad Madani