Massa Pengepung Asrama Mahasiswa Papua Diminta Bubar, Janji Jaga Bendera

"Akan saya tetapkan pasukan untuk mengamankan bendera itu. Kami akan menjaga itu, sampai besok jam 06.00 ya, itu janji saya," janji Asmoro

Reza Gunadha
Jum'at, 16 Agustus 2019 | 21:20 WIB
Massa Pengepung Asrama Mahasiswa Papua Diminta Bubar, Janji Jaga Bendera
Aparat kepolisian meminta pentolan ormas-ormas untuk membubarkan massanya yang berkerumun mengepung Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Nomor 10, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (16/8/2019) malam. [Suara.com/Dimas]

SuaraJatim.id - Aparat kepolisian meminta pentolan ormas-ormas untuk membubarkan massanya yang berkerumun mengepung Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Nomor 10, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (16/8/2019) malam.

Kasat Intel Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Asmoro mengatakan kepada pentolan ormas-ormas tersebut, bakal menjaga bendera Merah Putih tetap terpancang di lingkungan asrama mahasiswa Papua.

Ia mengatakan, kalau massa bubar, polisi baru bisa mengevakuasi 15 mahasiswa yang tertahan dalam asrama tersebut.

"Akan saya tetapkan pasukan untuk mengamankan bendera itu. Kami akan menjaga itu, sampai besok jam 06.00 ya, itu janji saya," janji Asmoro kepada pentolan ormas-ormas.

Baca Juga:Asrama Dikepung Ormas soal Bendera, 15 Mahasiswa Papua Kini Kelaparan

Ia menuturkan, polisi tetap akan berhati-hati mengatasi persoalan tersebut. Terutama soal tuduhan mahasiswa Papua membuang bendera Merah Putih ke selokan.

"Kami berpegang ke peraturan Internasional, kami dari pihak kepolisian, akan mematuhi aturan hukum yang berlaku, karena kami bertindak harus sesuai hukum, dan yang ditindak harus berdasar hukum," imbuhnya.

Persoalan bendera itu, kata dia, polisi masih menunggu bukti dan saksi yang menguatkan. Sebab, hanya kalau kedua hal tersebut terpenuhi, maka polisi bisa bergerak.

"Pelaporan polisi ini dengan adanya saksi-saksi dan kuat, jadi kami bergerak melakukan penangkapan, jangan sampai salah tangkap," tuturnya.

Kelaparan

Baca Juga:Mencekam! Pengepung Lempar batu, Listrik Asrama Mahasiswa Papua Dipadamkan

Belasan mahasiswa yang tertahan di dalam asrama mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Nomor 10, Kota Surabaya, Jawa Timur, karena dikepung massa ormas mulai kelaparan dan kehausan, Jumat malam.

Dorlince Iyowau menuturkan, di dalam asrama terdapat 15 orang yang hingga Jumat malam pukul 20.24 WIB ini tidak bisa keluar karena terkepung.

“Kami ada 15 orang. Saya dan satu lagi perempuan. Sementara 13 lainnya laki-laki. Kami tak ada pasokan makanan atau minuman,” kata Dorlince Iyowau kepada Suara.com via telepon, Jumat malam.

Ia menuturkan, massa ormas masih duduk di jalanan depan asrama dan terus meneriakkan caci maki kepada mereka.

Dorlince mengungkapkan, mahasiswa Papua lain sebenarnya sudah menyiapkan pasokan makanan dan minuman untuk mereka yang tertahan di asrama.

”Tapi kawan-kawan kami yang di luar masih menghitung kekuatan untuk menerobos masuk ke sini. Mereka juga sedang mencari cara untuk bisa memberikan kami makanan serta minum,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak