Putri Muslimah Indonesia Sebut Jamasan Keris Bukan Syirik

"Didalamnya juga tidak ada hal syirik, yang ada tahlil dan doa bersama."

Dwi Bowo Raharjo
Senin, 09 September 2019 | 00:05 WIB
Putri Muslimah Indonesia Sebut Jamasan Keris Bukan Syirik
Putri Muslimah Indonesia Erra Fazhira, memegang salah satu keris buatan Empu Kelleng. (Suara.com/Moh Madani)

SuaraJatim.id - Putri Muslimah Indonesia tahun 2019, Erra Fazhira, mengungkapkan bahwa jamasan keris bukanlah hal syirik atau musyrik. Ia menilai ritual penyucian benda-benda pusaka itu sebagai tradisi untuk menghargai dan melestrikan budaya dan nilai-nilai lelehur.

Contohnya kata Fazhira, seperti Jamasan Keris di Desa Aeng Tong-tong yang dilakukan pada Minggu (8/9/2019).

Menurut perempun asli Sumenep ini, Jamasan keris ini merupakan bentuk pelestarian budaya sebagai penghormatan kepada para leluhur yang telah dilestarikan turun temurun dari dulu hingga sekarang.

Dikatakan perempuan kelahiran 1998 ini, Sumenep telah dinobatkan sebgai pemilik dan pengrajin keris terbanyak di Dunia dan hal ini telah diakui oleh UNISCO sejak 2005.

Baca Juga:Pompa Air Dicopot, SF Mengamuk dan Tusuk Warga Pakai Keris

"Jika kemudian ada yang menyebutnya itu musyrik, kita sebagai penerus bangsa, sebagai pemuda pemudi Sumenep akan mengedukasi mereka, bahwa itu adalah budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan," ujar Fazhira usai menjadi MC haul akbar dan jamasan keris Keraton Sumenep dan pusaka leluhur.

Finalis Sunsilk Hijab Hunt 2016 itu juga mengaku akan terus bersosialisasi terkait adanya keris di Sumenep yang telah diakui dunia agar semakin dikenal oleh khalayak publik.

"Didalamnya juga tidak ada hal syirik, yang ada tahlil dan doa bersama, yaitu bentuk syukuran dan mendoakan para sesepuh yang telah mendahului kita semua," kata dia.

Senada dengan Era Fazhira, Empu Hasyim juga mengungkapkan bahwa Jamasan keris merupakan tradisi yang dilestarikan turun temurun sejak masa lalu hingga sekarang.

Proses Penjamasan Keris di Pujuk Agung Desa Aeng Tong-tong Kecamatan Saronggi Sumenep. (Suara.com/Moh Madani)
Proses Penjamasan Keris di Pujuk Agung Desa Aeng Tong-tong Kecamatan Saronggi Sumenep. (Suara.com/Moh Madani)

Menurutnya jamasan keris ini biasanya dilakukan setiap tanggal 1 Syuro bulan Hijriyah.

Baca Juga:Berikan Keris ke Djoko Santoso, Prabowo : Negara Kita Terancam

"Hari ini merupakam haul akbar sekaligus proses penjamasan secara terbuka," ungkap keturunan Empu Kacang ini.

Dikatakan Empu Hasyim, sebelum penjamasan dilakukan pengambilan air dari tujuh sumber sebagai bahan untuk penjamasan keris dan dicampuri kembang tujuh rupa.

Tujuh sumber air itu diantaranya sumber air taman sare yang ada di lingkungan Keraton Sumenep, kemudian sumber air yang ada di Desa Lembung, Kecamatan Lenteng, Desa Langsar, Desa Talang, Desa Aeng Tongtong dan Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi serta Desa Sera Kecamatan Bluto.

Kontributor : Muhammad Madani

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak