Nasib 40 Pengungsi Pembantaian Wamena di Jatim Belum Jelas, Mau Kerja Apa?

Pebriansyah Ariefana
Nasib 40 Pengungsi Pembantaian Wamena di Jatim Belum Jelas, Mau Kerja Apa?
Pengungsi pembantaian Wamena tiba di Surabaya. (Suara.com/Ali)

Para pengungsi ini langsung bersalaman dan mengucapkan terima kasih kepadanya.

Suara.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut puluhan warga Jatim yang pulang dari Wamena Papua di Asrama Transito Disnakertrans Jatim, Minggu (29/9/2019) sore.

Dalam ruangan Aula, Khofifah langsung membagikan bingkisan dan santunan kepada para pengungsi akibat konflik yang terjadi di Wamena ini. Para pengungsi ini langsung bersalaman dan mengucapkan terima kasih kepadanya.

Suasana haru pun terjadi ketika warga tengah memeluk Khofifah, mereka menilangis bersyukur karena sudah bisa kembali. Khofifah pun sempat mendengarkan cerita singkat warga itu dan memberikan nasehat kepadanya untuk terus bersabar.

"Nggeh-nggeh buk, yang sabar ya njenengan (Iya-iya bu, yang sabar ya)," ucap Khofifah.

Khofifah mengatakan bahwa warga yang ia sambut tadi merupakan warga Jatim yang bekerja di Wamena Papua. Kerusuhan dan konflik sosial yang terjadi di tempat tersebut membuat warganya harus kembali demi keamanan.

"Setelah mereka kembali disini kita akan komunikasikam baiknya seperti apa. Apakah mereka melakukan dagang dan kerja di sini atau bagaimana selanjutnya? Nanti kami bicarakan dulu," kata Khofifah.

Saat ditanya berapa warga Jatim yang telah pulang, Khofifah menyebut jika jumlah pastinya masih belum terkonfirmasi secara detail. Namun, informasi yang diterima Suara.com, warga yang telah pulang sementara berjumlah 40 orang.

"Belum bisa terkonfirmasi detailnya. Tetapi besarannya kami dapat informasi semuanya telah terdata," ujarnya.

Khofifah menyebut bahwa dua pasawat Hercules telah dikirimkan ke Wamena Papua untuk menjemput warga Jatim yang tengah berada di sana. Penjemputan itu dilakukan untuk mengamankan warga yang terkena dampak konflik sosial. Khofifah mengatakan bahwa dia pesawat tersebut telah berangkat dari Bandar Udara Abdul Rachman Saleh Malang pada Minggu (29/9/2019) pagi.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan jika posisi pengungsi saat ini tengah berada di lokasi pengungsian yang berada di sekitar bandar udara di Wamena. Dengan diberangkatkannya pesawat Hercules semua warga Jatim bisa di jemput kembali pulang.

Ditanya soal komunikasi dengan Pemprov Papua, Khofifah menyampaikan bahwa besok Senin (30/9/2019) Bupati Mimika akan datang ke Surabaya untuk bertemu dengannya.

"Besok bupati Mimika akan datang sudah dalam konfirmasi, karena juga sebagian dari saudara kita dari wamena mereka ada Mimika kita juga koordinasi dengan TNI AL bersama RS suharso yang ada di Papua," kata dia.

Perlunya komunikasi antar sesama pimpinan daerah, kata Khofifah untuk menjalin hubungan yang baik dan menjaga suasana tetap kondusif.

"Kita sama-sama harus menjaga suasana tetap kondusif. Kita harus menjaga, ini adalah bagian dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya.

Usai membagikan bingkisan dan santunan, Khofifah menyempatkan diri masuk ke dalam bus para pengungsi untuk membagikan buah segar. Kemudian ia melepas keberangkatan para pengungsi untuk kali ke kampung halamannya masing-masing.

Sebagai informasi, puluhan warga yang tiba tersebut rata-rata berasal dari kawasan Sampang, Madura. Selain itu ada juga yang berasal dari Mojokerto dan Lumajang.

Kontributor : Arry Saputra

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS