Perkosa Neneknya Usai Diancam Pisau, Ridwan: Pikiran Saya Kosong Saat Itu

Agung Sandy Lesmana
Perkosa Neneknya Usai Diancam Pisau, Ridwan: Pikiran Saya Kosong Saat Itu
Muhammad Ridwan saat pers rilis di Markas Polres Lumajang. Pemuda berusia 20 tahun asal Kabupaten Lumajang yang tega memperkosa nenek kandungnya, (15/01/2020). [Suaraindonesia]

"Entah apa yang ada di pikiran saya," ucapnya.

SuaraJatim.id - Muhammad Ridwan mengklaim tak sadar jika telah memerkosa nenek kandungnya, KS (62) di rumahnya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Hal itu diungkap Ridwan saat dihadirkan sebagai tersangka dalam kasus pemerkosaan saat dirilis Markas Polres Lumajang, Rabu (15/1/2020).

Remaja berusia 20 tahun ini seperti dikutip dari Suaraindonesia.co.id--jaringan Suara.com, mengaku khilaf melakukan perbuatan bejat kepada sang nenek.

"Pikiran saya blank (kosong) Pak saat itu," katanya ketika ditanya Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar saat pers rilis.

Diketahui korban dan pelaku tinggal serumah di Desa/Kecamatan Klakah. Pemerkosaan itu terjadi Sabtu (11/1/2020).

Ridwan mengaku, awalnya sempat meminta uang secara paksa kepada korban. Bahkan, sang nenek diancam cucunya dengan sebilah pisau. Sebelum melakukan aksi tak terpujinya, Ia mengaku sempat terdiam di kamar neneknya selama setengah jam.

"Entah apa yang ada di pikiran saya," ucapnya.

Menurut Kapolres, tak lama setelah kejadian itu, ada laporan yang masuk ke Polsek Klakah. Polisi kemudian langsung bertindak untuk menangkap pelaku.

"Kurang dari 24 jam pelaku berhasil kami tangkap," kata Adewira.

Saat akan ditangkap, pelaku berusaha kabur dan melawan petugas. Akhirnya polisi melumpuhkan kaki pelaku dengan timah panas.

"Karena melawan jadi kami berikan tindakan tegas," ucapnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS