Banjir Bandang Bondowoso, Tiga Sekolah di Ijen Terpaksa Diliburkan

Bangun Santoso
Banjir Bandang Bondowoso, Tiga Sekolah di Ijen Terpaksa Diliburkan
Sejumlah siswa sekolah dan guru di SDN 1 Sempol membersihkan material lumpur usai diterjang banjir bandang pada Rabu (29/1/2020) siang. (Suara.com/Ahmad Su'udi)

Ketiga sekolah itu terpaksa diliburkan karena rusak dan dipenuhi lumpur akibat banjir bandang

SuaraJatim.id - Usai banjir bandang yang melanda Desa Sempol dan Kalisat, di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur sejumlah sekolah di daerah itu terpaksa diliburkan mulai Kamis (30/1/2020) hari ini. Sejumlah guru dan siswa di SDN 1 Sempol bekerja bakti membersihkan lumpur dengan perlengkapan seadanya.

Kepala SDN 1 Sempol Sri Indah Winarti mengatakan, pengumuman liburnya kegiatan belajar mengajar disampaikan lewat Whatsapp dan dari mulut ke mulut. Wali murid masing-masing kelas memiliki grup Whatsapp yang memudahkan pihaknya menyampaikan berbagai pengumuman.

"Orang tua siswa juga antusias. Mereka menanyakan, bagaimana bu, libur atau tidak," kata Sri.

Dia menjelaskan banjir lumpur disertai material kayu pada Rabu (29/1/2020), merobohkan pagar belakang sekolah, menghanyutkan tutup gerbang, hingga halaman sekolah yang tertutup lumpur. Banjir, kata dia, datang sekitar pukul 15.00 WIB, sementara siswa telah pulang sejak pukul 12.30 WIB.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Bondowoso Harimas mengatakan, data sementara tiga sekolah terdampak banjir lumpur, yaitu SMPN 1 Sempol, SMK Negeri 1 Sempol dan yang paling parah SDN 1 Sempol.

"Kemarin sudah saya instruksikan untuk libur," kata Harimas.

Dari pantauan di lapangan, bekas aliran lumpur di jalan berasal dari belakang atau sebelah timur SDN 1 Sempol. Tanah di area pemukiman dan kandang ternak sekitar sekolah itu juga ditutupi lumpur sekitar 20 centimeter.

Sejak pagi warga bersama personil TNI, Polri, petugas pemerintah daerah bekerja bakti mengurangi lumpur dengan alat seadanya. Selain itu mereka juga membersihkan rumah dan perabot masing-masing.

Di dua desa tercatat 211 rumah terdampak banjir bandang tersebut, empat di antaranya rusak berat. Sebagian warga yang terdampak mengungsi ke rumah saudara atau tetangga di dataran lebih tinggi yang dinilai lebih aman.

Kontributor : Ahmad Su'udi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS