Saudara Mudik dari Surabaya, Nenek-nenek Madiun Langsung PDP Virus Corona

Si nenek itu warga Desa Kresek, Kecamatan Wungu. Dia kini dirawat di RSUD dr. Soedono Madiun.

Pebriansyah Ariefana
Rabu, 29 April 2020 | 04:05 WIB
Saudara Mudik dari Surabaya, Nenek-nenek Madiun Langsung PDP Virus Corona
Petugas menggunakan APD lengkap menyemprotkan cairan disinfektan di salah satu rumah PDP di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Selasa (28/4/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

SuaraJatim.id - Nenek-nenek di Madiun, Jawa Timur langsung dicurigai tertular virus corona begitu saudaranya datang mudik dari Surabaya. Surabaya ini salah satu daerah zona merah virus corona.

Si nenek itu warga Desa Kresek, Kecamatan Wungu. Dia kini dirawat di RSUD dr. Soedono Madiun.

Dengan meningkatnya status pasien itu, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun menyemprot rumah pasien dengan cairan disinfektan, Selasa (28/4/2020) kemarin. Tim juga memastikan seluruh anggota keluarga di rumah itu melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Amam Santosa, mengatakan informasi yang diterima tim ada sebanyak 11 orang pemudik dari Surabaya yang pulang ke rumah warga tersebut. Setelah tujuh hari kedatangan mereka, orang tua mereka yang berada di rumah itu mendadak sakit.

Baca Juga:Syahrul Wafat Akibat Corona, Wawalkot Tanjungpinang Tak Kuasa Tahan Tangis

“Ada 11 orang yang mudik di rumah itu. Setelah tujuh hari, ibunya yang sudah sepuh sakit. Kemudian dibawa ke RS Dungus,” kata dia, Selasa.

Pasien tersebut kemudian dibawa ke RSUD dr. Soedono Madiun dan statusnya naik menjadi PDP Covid-19. Tim medis telah mengambil tes swab dari pasien yang bersangkutan.

“Saat ini kami masih menunggu hasil swab-nya,” jelas Amam.

Untuk keluarga yang mudik dari Surabaya diminta untuk melakukan karantina mandiri di rumah.

Koordinator Pusdalops Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, mengatakan rumah PDP baru tersebut telah disemprot menggunakan disinfektan. Selain rumah, lingkungan warga PDP juga disemprot disinfektan. Hal ini bertujuan supaya virus yang menempel di rumah maupun lingkungan itu mati.

Baca Juga:2 Pekan PSBB, Pasien Positif Corona di Jakarta Hampir Sentuh 4.000 Orang

“Kami juga memberikan paket sembako kepada keluarga PDP. Paket sembako ini untuk 14 hari selama masa karantina,” jelas Rowi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini