Anak Dicabuli Sampai Hamil, Keluarga Ngaku Ditawari Duit Damai Rp 500 Juta

Bangun Santoso
Anak Dicabuli Sampai Hamil, Keluarga Ngaku Ditawari Duit Damai Rp 500 Juta
Ibu korban (kiri) dan kakak korban (tengah) didampingi kuasa hukumnya Abdullah Syafi'i saat di Mapolres Gresik Senin (4/5/2020) lalu. (via Suara Indonesia)

Menurut kuasa hukum korban, yang menawarkan uang damai adalah oknum anggota DPRD Gresik

SuaraJatim.id - Kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh S (50), terhadap MD, siswi SMP asal Kecamatan Benjeng, Gresik, Jawa Timur terus berlanjut.

Belakangan mencuat kabar keluarga korban diajak damai oleh oknum anggota DPRD Gresik dengan iming-iming duit Rp 500 juta. Namun ajakan damai itu ditolak oleh orang tua korban.

Dilansir dari Suara Indonesia (jaringan Suara.com), Rabu (6/5/2020), kuasa hukum korban, Abdullah Syafi'i mengungkapkan, tawaran damai itu muncul sebelum kliennya melapor ke polisi. Oknum anggota dewan itu sempat datang ke rumah korban.

"Menemui ibunya tapi ibu korban tidak setuju. Selanjutnya menemui pakdenya. Intinya minta diselesaikan secara kekeluargaan dengan iming-iming Rp 500 juta asal tidak lapor polisi," ujar Syafi'i, Selasa (5/5/2020).

Atas ulah oknum anggota DPRD Gresik itu, dirinya menyayangkan hal tersebut. Yang menjadi pertanyaan besar, kata dia, ada hubungan apa antara terduga pelaku dengan wakil rakyat itu.

"Harusnya sebagai anggota dewan yang ngerti hukum melakukan pendampingan, bukan malah mencegah agar tidak lapor polisi," ucap Syafi'i.

Hingga saat ini polisi masih melakukan proses pemeriksaan saksi. Karena belum semua saksi diperiksa. Termasuk terduga pelaku.

"Masih saksi nanti kalau ada perkembangan kami infokan," ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Aiptu Slamet.

Dicabuli Hingga Hamil

Kandang ayam tempat perkosaan gadis SMP di Gresik. (Suara.com/Amin)
Kandang ayam tempat perkosaan gadis SMP di Gresik. (Suara.com/Amin)

Diberitakan sebelumnya, kasus yang menimpa MD yang masih duduk di bangku SMP terbongkar tatkala sang ibu melihat keanehan dari putrinya yang kerap menyendiri.

Diceritakan MD, kejadian yang meninmpanya itu bermula saat dirinya diminta oleh istri pelaku mengambil kue di rumah pelaku, pada tanggal 3 Maret 2019.

Saat itu di rumah korban memang ada hajatan dan kue yang diambil merupakan jajanan yang disuguhkan untuk acara hajatan itu.

Saat MD datang ke rumah pelaku, ternyata di dalam rumah hanya ada S seorang diri. Di sanalah, laki-laki yang sudah memiliki dua anak perempuan itu, merayu korban dengan merangkul. Kemudian pelaku mencabuli korban di dalam kamar.

Tak sampai di situ, seminggu kemudian pelaku mencabuli korban lagi. Tapi kali ini di kandamg ayam yang tidak jauh dari rumahnya. Anehnya setiap kali melakukan pencabulan, pelaku ini selalu memaksa korban untuk meminum obat. Dicurigai obat tersebut untuk mencegah korban hamil.

Hingga akhirnya, MD hamil 7 bulan setelah dicabuli sebanyak 6 kali. Kehamilan gadis itu membuat orang tua dan kakak korban curiga. Sebab selama di rumah ia selalu mengenakan kaos berukuran besar.

Semula, MD merahasiakan kehamilan ini, karena perutnya semakin membuncit sang ibu curiga dan memaksa bercerita.

"Awalnya saya curiga, kok payudaranya semakin besar, terus perutnya juga. Akhirnya saya paksa untuk cerita, ternyata pelakunya tetangga dan masih saudara. Saya terpukul dan kecewa," kata ibu koran.

Saat itu juga, keluarga korban memanggil pelaku unutk meminta tanggung jawab. Namun yang menjadikan sang ibu marah, pelaku meminta kandungannya digugurkan. Tapi keluarga korban tidak menuruti permintaan pelaku.

"Saya tidak mau, takut dosa dua kali. Biar anak tanpa perkawinan sah, tetap saya rawat," kata sang ibu korban.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS