Pandemi Corona, Tradisi Kolak Ayam di Masjid Sunan Dalem Digelar Tertutup

Jika biasanya, warga berduyun-duyun mendatangi masjid untuk mendapatkan Kolak Ayam, namun tahun ini tidak diperkenankan.

Chandra Iswinarno
Jum'at, 15 Mei 2020 | 19:06 WIB
Pandemi Corona, Tradisi Kolak Ayam di Masjid Sunan Dalem Digelar Tertutup
Tradisi Kolak Ayam. [Berita Jatim]

SuaraJatim.id - Tradisi kuliner Kolak Ayam yang biasa digelar di Masjid Sunan Dalem, Desa Gunemo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik menyambut Lailatul Qadar menjadi momen yang terus dilangsungkan turun temurun warga setempat.

Namun tidak seperti biasanya, pada Ramadan 1441 Hijriah tradisi yang diyakini sudah ada sejak sepeninggal Sunan Dalem, putra Sunan Giri ini, dilakukan dengan lebih sederhana. Jika biasanya, warga berduyun-duyun mendatangi masjid untuk mendapatkan Kolak Ayam, namun tahun ini tidak diperkenankan.

Pandemi Covid-19 yang mengharuskan setiap orang untuk menjaga jarak, menjadi penyebabnya.

Untuk diketahui, Kolak Ayam ini berbeda dari kolak pada umumnya. Dalam membuat Kolak Ayam, bahan-bahannya diolah dari daging ayam, jinten, rempah-rempah dan uniknya, proses pengerjannya dilakukan oleh laki-laki. Selama ratusan tahun, tradisi ini telah berlangsung. Penyajiannya pun hanya dilakukan tidak sembarangan.

Baca Juga:Tradisi Malam Selawe di Makam Sunan Giri Boleh Berlangsung, Ini Syaratnya

Salah satu Panitia Kolak Ayam Didik Wahyudi mengatakan, tradisi tersebut sebagai wujud apresiasi kepada Sunan Dalem. Salah satu tokoh penyebar agama Islam di Pesisir Utara Gresik sekitar 1541 masehi.

“Sejarah Kolak Ayam berawal dari kebiasaan Sunan Dalem yang membuat sanggreng sebagai obat untuk mengobati sakitnya,” ujarnya, Jumat (15/05/2020).

Resep tersebut, ternyata cukup mujarab karena bisa menyembuhkan sakit Sunan Dalem dan juga warga sekitar. Sejak itu, kuliner kolak ayam menjadi santapan rutin di malam 23 Ramadan, dan diyakini mampu menjadi obat bagi mereka yang sakit.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik AH Sinaga menuturkan, tradisi sanggreng kolak ayam itu sudah dipatenkan di Kementerian Pariwisata. Sehingga, tidak bisa klaim daerah lain.

“Tradisi kolak ayam memang sudah berjalan ratusan tahun. Namun, sayangnya tidak bisa difestivalkan karena pelaksanaannya hanya pada malam 23 Ramadan,” katanya.

Baca Juga:Mau Virus Corona Tak Masuk Gresik, Wakil Bupati Berdoa di Makam Sunan Giri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak