Indeks Terpopuler News Lifestyle

Wisata Kembali Dibuka, Azwar Anas: Sanksi Tegas Pengusaha Langgar Protokol

Bangun Santoso | Muhammad Yasir Minggu, 05 Juli 2020 | 12:49 WIB

Wisata Kembali Dibuka, Azwar Anas: Sanksi Tegas Pengusaha Langgar Protokol
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"Jangan segan-segan menghukum, memberi sanksi, bahkan menutup destinasi atau restoran yang tidak sesuai protokol kesehatan Covid-19,"

SuaraJatim.id - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak pemerintah daerah di seluruh Indonesia tegas mengawasi penerapan protokoler kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 di tengah kembali beroperasinya tempat wisata di sejumlah daerah.

Hal itu disampaikan Anas saat menjadi pembicara dalam acara bincang-bincang bertajuk 'Pariwisata di Adaptasi Kebiasaan Baru' yang disiarkan di YouTube BNPB, Minggu (5/7/2020).

Dalam kesempatan itu, Anas mengajak agar Pemda lainnya tak segan memberikan sanksi tegas kepada pihak pengelola wisata atau restoran yang tidak menerapkan protokoler kesehatan.

"Jangan segan-segan menghukum, memberi sanksi, bahkan menutup destinasi atau restoran yang tidak sesuai protokol kesehatan Covid-19," kata Anas.

Di sisi lain, Anas juga mengajak wisatawan atau traveler untuk turut serta mengawasi dan melaporkan tempat wisata atau restoran yang ditemukan tidak menerapkan protokoler kesehatan. Sehingga, kata dia, laporan tersebut nantinya dapat ditindaklanjuti oleh Pemda dengan memberikan sanksi hingga pencabutan perizinan bagi tempat wisata atau restoran.

"Saya kira harus disiplin, bagi traveler jangan segan-segan kritik destinasi jika nggak memenuhi protokol, karena banyak saluran," katanya.

Menurut Anas, pihaknya pun terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait adaptasi kebiasaan baru sebagai upaya pencegahan pandemi Covid-19. Menurut Anas, sosialiasi tersebut disampaikan melalui berbagai instrumen hingga melibatkan pemuka agama.

"Kebiasaan anyar inilah yang harus kita latih kepada masyarakat, sekarnag kita menggunakan berbagai instrumen agar kebiasaan anyar ini terpenuhui, misalnya kita mengumpulkan pendeta, kyai, ulama untuk sosialisi terkait kegiatan protokol keseahtan ini," katanya menambahkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait