Indeks Terpopuler News Lifestyle

Cerita Pilu Bayi di Lamongan Dibuang di Jalan, Lalu Tewas Terlindas Truk

Bangun Santoso Selasa, 04 Agustus 2020 | 12:37 WIB

Cerita Pilu Bayi di Lamongan Dibuang di Jalan, Lalu Tewas Terlindas Truk
Ilustrasi garis polisi. [Suara.com]

Tubuh bayi malang itu ditemukan sudah hancur di jalanan oleh seorang bidan yang baru pulang dari Puskesmas

SuaraJatim.id - Seorang bayi yang diduga baru berusia satu hari ditemukan tewas mengenaskan di pinggir jalan Raya Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada Senin (3/8/2020).

Bayi tak berdosa itu, diduga dibuang orang tidak bertanggung jawab di pinggir jalan, hingga akhirnya tewas terlindas ban truk.

Sampai saat ini, polisi belum mengetahui secara penyebab utama pembuangan bayi tak berdosa yang ditemukan dengan kondisi luka tubuh terurai akibat terlindas ban truk itu.

Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP David Manurung meminta waktu untuk melakukan pengembangan dan penyelidikan guna untuk mengungkap pelaku kasus ini.

Setelah adanya penemuan mayat bayi tersebut, tim sudah langsung bergerak melakukan penyelidikan mendalam.

David mengatakan, saat ini jenazah bayi saat ini berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan untuk dilakukan pemeriksaan medis. Sementara tim penyidik sedang memintai keterangan sejumlah saksi di lapangan.

"Tunggu perkembangan selanjutnya mas bro nanti kita sampaikan. Yang pasti kasus yang ditangani Polsek Mantup pihak Reskrim juga mem backup kasus ini," kata David sebagaimana dilansir Suaraindonesia.co.id (jaringan Suara.com).

Semantara itu, Kapolres Lamongan AKBP Harun secara tegas menyatakan, akan mengusut tuntas kasus yang sangat miris tersebut.

Ia menerangkan, bahwa saat ini tim penyidik Polres Lamongan dan Polsek Mantup sedang bekerja keras mengungkap kasus tersebut.

"Kasus bayi dibuang di jalan raya belum terungkap pelakunya. Karena di jalan raya, maka bisa siapa saja yang membuang, bisa orang dari mojokerto, atau kecamatan sekitar Mantup, atau orang dari daerah lain yang membuang di Mantup. Saat ini masih penyelidikan dan pemeriksaan para saksi," ujar Alumnus Akademi Kepolisian 2001 ini.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait