Video Viral Arek Jombang 'Ngegas' Curhat di Ruang Isolasi Covid ke Bupati

"Kalau memang Corona mematikan, di GOR ini ada bayi tiga itu sudah mati duluan," kata Kadir.

Muhammad Taufiq
Kamis, 24 September 2020 | 11:49 WIB
Video Viral Arek Jombang 'Ngegas' Curhat di Ruang Isolasi Covid ke Bupati
Kadir, juru bicara OTG di gedung isolasi GOR Jombang saat curhat dengan bupati (Foto: Facebook)

SuaraJatim.id - Video seorang pria bernama Kadir, warga Kelurahan Mundusewu, Kecamatan Mbareng, Kabupaten Jombang, di gedung olahraga setempat yang digunakan sebagai tempat isolasi orang terpapar Covid-19 ini menjadi viral.

Warga yang terpapar Covid ini 'ngecemes' atau cerewet curhat panjang lebar kepada Bupati Jombang Mundjidah Wahab lewat video call. Substansi curhatan Kadir dengan nada 'ngegas pol' inilah yang membetot perhatian netizen.

Kadir bercerita dirinya terpapar Covid sama dua anaknya yang masih kecil-kecil. Sementara istrinya di rumah sendirian. "Iki piye anak-anak kulo dipisah sama ibuknya," kata Kadir.

Sementara penanganan orang tanpa gejala (OTG) dan orang terpapar corona lainnya di gedung isolasi tersebut juga tidak jelas. Misalnya, ruang OTG antara yang reaktif dan positif dicampur. Kemudian makannya jadi satu, piring gantian, toiletnya jadi satu, ceret minumnya jadi satu.

Baca Juga:Bandel! Ngeyel Buka Melebihi Jam Operasional, Holywings Surabaya Ditutup

Di sisi lain selama 13 hari diisolasi di gedung tersebut jarang sekali dijenguk oleh dokter. Penanganan setelahnya juga membingungkan, harus ke sana kemari swab test lagi. Kadir lantas mempertanyakan tingkat bahaya Covid-19, virus asal Wuhan tersebut.

"Kalau memang Corona mematikan, di GOR ini ada bayi tiga itu sudah mati duluan. Ada tiga tahun, dua tahun, ya pecicilan saja wong sehat, enggak sakit," kata Kadir yang ditunjuk mewakili penghuni gedung isolasi.

Kadir memang menjadi jubir yang membacakan semua keluhan dan curhatan orang-orang di dalam gedung. Selain soal penanganan pasien, Kadir juga curhat soal pemenuhan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.

Sebab banyak yang masuk ruang isolasi itu justru pria yang menjadi tulang punggung keluarga. "Di sini ada 10 orang. Kalau satu orang menghidupi 4 orang di rumah, ini nanti satu hidup yang 40 orang di rumah mati buk," ujarnya.

Berikutnya bagi OTG yang menunggu swebnya lama, mengeluh banyak yang dipecat karena lama tidak masuk kerja tinggal di gedung tersebut.

Baca Juga:Video Viral Pria di Malang Pamer Kelamin, Perekam: Ojo Gendeng - Gendeng!

"Kan pusing jadinya. Gini saja buk, bila perlu, usulnya kalau memang mau dilama-lamakan di isolasi, yang OTG ini digaji 5 juta sebulan terimakasih sekali. Setahun enggak apa-apa tinggal di sini."

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini