The World Habitat Day Surabaya 2020, Jokowi Soroti Lonjakan Penduduk Kota

"Kita bertemu di Kota Surabaya ini untuk meyakinkan kepada dunia bahwa Agenda Baru Perkotaan, New Urban Agenda, Tahun 2036 tidak bisa ditunda-tunda lagi," kata Jokowi.

Muhammad Taufiq
Selasa, 06 Oktober 2020 | 09:54 WIB
The World Habitat Day Surabaya 2020, Jokowi Soroti Lonjakan Penduduk Kota
Presiden Jokowi berbincang dengan Sifira Kristingrum, perawat di RSAL Dr. Ramelan, Surabaya, Minggu (27/9/2020) / Foto : Sekretariat Presiden

"Rumah adalah kebutuhan dasar semua orang di seluruh dunia, bahwa rumah akan memperkuat keluarga sebagai pilar utama kekuatan bangsa dan rumah merupakan benteng pertahanan pertama melawan berbagai resiko kesehatan termasuk pandemi covid 19," kata Jokowi.

Pemerintah Indonesia kata Jokowi berupaya keras agar setiap warga negara dapat menempati rumah layak huni. "Sejak tahun 2015 telah dilaksanakan program Satu Juta Rumah. Target pembangunan satu juta unit rumah per tahun sudah berhasil dilampaui pada tahun 2018 dengan fokus pada masyarakat berpenghasilan rendah," tuturnya.

Tak hanya itu, Kepala Negara menuturkan pemerintah terus mengembangkan inovasi pembiayaan untuk meningkatkan akses rumah bagi masyarakat dalam fokus kelompok tersebut.

Partisipasi swasta, partisipasi masyarakat, dan partisipasi lembaga keuangan kata Jokowi terus didorong di mana pelaksanaan Undang-Undang Tabungan Perumahan rakyat (Tapera) yang memberikan jaminan ketersediaan sumber dana jangka panjang dan berkelanjutan terus pemerintah jaga.

Baca Juga:Pemerintah Sebut Perumahan Sebagai Penggerak Kota Berkelanjutan

Kemudian kata Jokowi, pemerintah juga memberikan perhatian serius pada peningkatan kualitas kampung kumuh yang ada di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Program Perbaikan Kampung dan program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) dilaksanakan dengan menitikberatkan pada kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat dalam menyediakan pelayanan dasar seperti air bersih dan sanitasi yang layak," ucap dia.

Jokowi menegaskan, Indonesia seperti negara-negara lain di dunia saat ini tengah sibuk menangani pandemi Covid-19. Ia menuturkan bahwa Indonesia menjadikan pandemi Covid sebagai sebuah pembelajaran untuk membangun perkotaan tangguh dan sehat di masa mendatang.

"Pandemi Covid-19 juga menjadi momentum pembelajaran dan refleksi untuk merancang kebijakan perencanaan dan pengelolaan perkotaan yang inklusif dan berkeadilan, meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi bencana alam maupun bencana nonalam, termasuk ketangguhan terhadap wabah penyakit," ucap dia.

Jokowi berharap agar para delegasi dari seluruh negara dapat saling berbagi gagasan, bertukar pengetahuan, keahlian, dan pengalaman, serta menjalin kerja sama

Baca Juga:Indonesia Usung Program 100-0-100 Dalam Konferensi di Ekuador

"Dan memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan ketangguhan kota menghadapi pandemi dan juga bencana lainnya," katanya

REKOMENDASI

News

Terkini