alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Aktivis Anti Masker Jadi Tersangka Jemput Paksa Jenazah Covid-19

Bangun Santoso Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:51 WIB

Aktivis Anti Masker Jadi Tersangka Jemput Paksa Jenazah Covid-19
Aktivis anti masker Banyuwangi bernama M Yunus Wahyudi bersitegang dengan petugas rumah sakit (Foto: Youtube)

M Yunus Wahyudi dijadikan tersangka atas kasus penjemputan paksa jenazah Covid-19 di RSUD Genteng, Banyuwangi

SuaraJatim.id - Aktivis anti masker Banyuwangi, M Yunus Wahyudi resmi ditetapkan sebagai tersangka atas tindakan penjemputan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Genteng yang viral di media sosial beberapa hari lalu.

Setelah menjalani pemeriksaan pada Selasa (13/10/2020) sekitar pukul 13.00 WIB, awalnya status Yunus sebagai saksi terlapor dan akhirnya pada pukul 17.00 WIB ia ditetapkan tersangka oleh Polresta Banyuwangi, Jawa Timur.

"Mas Yunus awal mulanya sebagai saksi, tadi sudah ada komitmen dengan penyidiknya pada saat itu, setelah digelar baru saksi tadi berubah jadi tersangka," kata kuasa hukum Yunus, Muhammad Sugiono sebagaimana dilansir Suara Indonesia (jaringan Suara.com).

Kata dia, polisi sudah profesional dalam menangani perkara ini. Tidak adanya intimidasi dan tidak ada tekanan. Yunus juga sudah mengakui bahwa semua yang ada dalam statemen di medsos itu dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) nya sudah sesuai.

Baca Juga: Viral Aktivis Anti Masker Banyuwangi Ambil Paksa Jasad Pasien Reaktif Covid

"Hanya satu sebetulnya yang dijadikan jalan, dalam statemennya Yunus menerangkan ketemu dengan dokter Rio dan Bupati. Tapi dalam keterangan dokter Rio dia tidak pernah ketemu sama sekali dengan Yunus. Disitu itulah yang menjadi tolak perkara ini dari status saksi langsung naik ke tersangka," terangnya.

Ia menjelaskan, dari apa yang dilakukan Yunus tersebut, tersangka disangkakan membuat keterangan meresahkan masyarakat.

"Langkah yang akan kita dilakukan, dia (Yunus) punya hak untuk mengajukan penangguhan. Mungkin kami besok bersama rekan-rekan akan membuat penangguhan," tegasnya.

Sebelum dimasukkan di sel tahanan, Yunus masih sempat berkomentar di media. Dia mengatakan banyak terimakasih kepada masyarakat Banyuwangi.

"Saya merasa terima kasih kepada masyarakat Banyuwangi dan teman-teman pelaku seni bahwa saya sudah menginspirasi dalam ketakutan daripada rakyat Banyuwangi dan rakyat semuanya, bahwa covid ini bukan sesuatu yang membahayakan. Covid ini adalah sesuatu yang harus dihindari saja," ucap dia.

Baca Juga: Menyebut Dirinya 'Anti Masker', Penderita Ini Justru Terinfeksi Covid-19

Sementara itu Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin membenarkan bahwa M Yunus Wahyudi ditetapkan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan.

Tersangka dijerat kasus UU ITE terkait dengan unggahan video viral yang dianggap membuat gaduh dan resah masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

"Tersangka dijerat dengan pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-undang (UU) nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan pasal 45 huruf a Jo pasal 28 UU Nomor 19 tahun 2016 ITE dan pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan Kesehatan," kata Arman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait