SuaraJatim.id - Beberapa jam menjelang debat publik pertama Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar, polisi sudah menyiapkan sejumlah skema pengamanan. Setidaknya ada tiga lokasi akan dijaga oleh polisi pada salah satu tahapan yang cukup dinanti itu.
Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M. Sinambela mengatakan tiga lokasi yang dijaga polisi meliputi Gedung Kesenian di Jalan Kenari, dan di dua pos pemenangan masing-masing pasangan calon. Fokus utama pengamanan ada di lokasi debat atau di Gedung Kesenian.
Meski diputuskan tanpa supporter, pengamanan lokasi begitu ketat. Hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki akses dapat masuk ke area debat publik.
"Nanti kami akan menerapkan sistem pengamanan tiga ring. Ring satunya berada di dalam gedung atau di tempat debat," kata Leonard, Rabu (21/10/2020).
Baca Juga:Wow! Jelang Pilbup Blitar, Bawaslu Dapati Ada Pemilih Berusia 500 Tahun
Mereka yang ada di ring satu, lanjut Leonard, ialah petugas KPU dan Bawaslu, kedua pasangan calon dan awak media yang melakukan peliputan.
Polisi sudah berkoordinasi dengan tim pemenangan untuk tidak mendatangkan pendukung ke Gedung Kesenian. Tim pemenangan juga sudah sepakat untuk mengadakan nonton bareng di posko pemenangan.
Untuk tim Henry-Yasin akan melakukan nonton bareng di Jalan Kelud, sedangkan pendukung Santoso-Tjutjuk menggelar nobar di Kantor DPC PDI Perjuangan di Jalan Dr. Wahidin.
Di posko kemenangan, lanjut Leonard, juga akan ditempatkan sejumlah personel. Metode pengamanan juga bakal dilakukan secara terbuka dan tertutup. Selain mengamankan, fungsi petugas juga untuk mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan.
Masyarakat juga dibolehkan untuk mengadakan acara nonton bareng pada debat pertama yang cukup dinanti warga Kota Blitar. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi. Yakni, mengirimkan surat pemberitahuan ke polisi.
Baca Juga:Cara Pengedar Kelabuhi Petugas Lapas Pasok Sabu Pakai Kopi Sacet dan Odol
"Sehingga nanti akan kami fasilitasi untuk pengamanannya," ujar Leonard.
- 1
- 2