alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Presiden Prancis Dinilai Hina Islam, Ini Seruan Ustaz Abdul Somad

Reza Gunadha Jum'at, 30 Oktober 2020 | 18:34 WIB

Presiden Prancis Dinilai Hina Islam, Ini Seruan Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad. (YouTube/ Sunarto Ato Sastromiharjo)

Dubes Perancis memohon kepada Grand Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib agar membantunya untuk menghentikan gelombang boikot produk-produk Prancis.

SuaraJatim.id - Ustaz Abdul Somad, pengkhotbah kondang, turut bereaksi terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW dan Islam.

Melalui akun Instagram pribadi, @ustadzabdulsomad_official, Ustaz Abdul Somad mengumumkan pernyataan Grand Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib terkait hal tersebut.

Dalam unggahan Ustaz Abdul Somad yang berjudul "Al Azhar Tegas Tolak Negosiasi Pransis", dia mengumumkan a Imam Besar Al Azhar itu menolak memberikan bantuan untuk Dubes Prancis.

Berikut isinya:

Dubes Perancis memohon kepada Grand Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib agar membantunya untuk menghentikan gelombang boikot produk-produk Prancis.

Namun beliau menolak dan menjawab, "Kami tidak menerima negoisasi terkait kasus penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan Macron harus segera meminta maaf."

Kata Syaikh Ali Jumah, "Orang yang menggambar dan menistakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang dungu anaknya orang dungu dan orang tuanya telah gagal mendidiknya."

Ulama kondang Ustaz Abdul Somad bereaksi Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina Islam.
Ulama kondang Ustaz Abdul Somad bereaksi Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina Islam.

Sebelumnya, menyadur Al Jazeera, Presiden Macron menyampaikan gagasan tersebut dalam pidatonya pada hari Jumat (2/10) dengan menegaskan tidak ada konsesi yang akan dibuat dalam upaya baru untuk mendorong agama keluar dari pendidikan dan sektor publik di Prancis.

"Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia saat ini, kami tidak hanya melihat ini di negara kami," katanya.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron. [Ian LANGSDON / POOL / AFP]
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. [Ian LANGSDON / POOL / AFP]

Dia mengumumkan, pemerintah akan mengajukan RUU pada bulan Desember untuk memperkuat undang-undang 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara di Prancis.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait