- Balai Besar TNBTS menutup tiga akses wisata Bromo sejak 4 Agustus 2026 akibat kebakaran hutan.
- Kebakaran di Blok Bantengan meluas ke Watu Gede karena medan curam dan tiupan angin kencang.
- Tim gabungan terus berupaya memadamkan api sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
SuaraJatim.id - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup tiga jalur akses wisata menuju Gunung Bromo menyusul kebakaran hutan yang masih berlangsung di Blok Bantengan, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Penutupan berlaku mulai Selasa (4/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.
Tiga jalur yang ditutup meliputi akses melalui Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta jalur Senduro di Kabupaten Lumajang.
Meski demikian, wisatawan masih dapat mengunjungi kawasan Gunung Bromo melalui jalur Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan.
Baca Juga:Jip Hantam Tebing di Jalur Wisata Gunung Bromo, Sopir dan Wisatawan Tewas
Keputusan tersebut diambil karena kebakaran yang terjadi sejak Senin (3/8) sore masih belum berhasil dipadamkan.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Bambang Suriyono mengatakan kobaran api terus meluas hingga mencapai kawasan Watu Gede.
"Api sudah sampai ke Watu Gede dan hingga kini masih belum padam," kata Bambang, Selasa.
Menurutnya, tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman dengan melibatkan Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST), masyarakat Desa Ngadas di Kabupaten Malang, masyarakat Desa Ranu Pani di Kabupaten Lumajang, personel TNI, serta dukungan peralatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang dan BPBD Kabupaten Probolinggo.
Proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan yang curam dan berbentuk tebing serta hembusan angin yang menyebabkan api cepat merambat. Karena itu, petugas mengutamakan aspek keselamatan selama operasi berlangsung.
Baca Juga:Bromo Memilih Sunyi: Saatnya Alam Menarik Napas Sejenak Setelah Digempur Ribuan Wisatawan
Balai Besar TNBTS juga masih menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda Blok Bantengan. Hingga kini, belum ada kesimpulan mengenai sumber munculnya api.
Pihak TNBTS berharap masyarakat turut mendukung upaya penanganan kebakaran agar api dapat segera dipadamkan sepenuhnya dan aktivitas wisata di kawasan Bromo kembali berjalan normal.
[ANTARA]