Jihadis Penggal 50 Orang Lebih di Mozambik, Eksekusi di Lapangan Sepak Bola

Paling baru, adalah serangkaian serangan brutal yang dilakukan para militan di provinsi yang kaya akan sumber daya alam gas Cabo Delgado sejak 2017.

Muhammad Taufiq
Rabu, 11 November 2020 | 11:23 WIB
Jihadis Penggal 50 Orang Lebih di Mozambik, Eksekusi di Lapangan Sepak Bola
BBC

SuaraJatim.id - Sejak beberapa tahun terakhir jihadis Negara Islam (ISIS) disebut-sebut terlibat banyak pembantaian di Mozambik, sebuah negara di Selatan Afrika. Demikian dilaporkan sejumlah media pemerintah dan swasta setempat.

Menurut sejumlah laporan, lebih dari 50 orang di sana dipenggal kepalanya lalu dimutilasi oleh para jihadis. Para militan tersebut mengubah lapangan sepak bola di sebuah desa menjadi "tempat eksekusi".

Paling baru, adalah serangkaian serangan brutal yang dilakukan para militan di provinsi yang kaya akan sumber daya alam gas Cabo Delgado sejak 2017.

Hingga 2.000 orang telah tewas dan sekitar 430.000 orang kehilangan tempat tinggal dalam konflik di provinsi berpenduduk mayoritas Muslim itu.

Baca Juga:Sadis! Lapangan Sepakbola Jadi Ajang Eksekusi Kelompok Jihadis Mozambik

Para militan itu mempunyai hubungan dengan kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS), yang sekaligus menjadi pijakan bagi kelompok tersebut di bagian selatan benua Afrika.

Kelompok militan itu telah mengeksploitasi kemiskinan dan pengangguran setempat untuk merekrut pemuda masuk ke dalam gerakan perjuangan mereka yang bertujuan untuk menegakkan kepemimpinan Islam di wilayah itu.

Banyak penduduk setempat mengeluh bahwa mereka hanya mendapat sedikit keuntungan dari industri sumber daya alam, termasuk di antaranya batu rubi dan gas.

Wartawan BBC Jose Tembe melaporkan dari ibu kota Maputo dan mengatakan serangan baru-baru itu kemungkinan merupakan yang paling buruk dilakukan oleh kelompok militan.

"Banyak orang terkejut, dan mereka menyerukan resolusi damai atas konflik tersebut," kata Jose.

Baca Juga:Kelompok Jihadis Penggal Lebih dari 50 Orang di Mozambik

"Orang-orang bersenjata itu berteriak "Allahu Akbar", menembak, dan membakar rumah-rumah ketika mereka menggerebek desa Nanjaba pada Jumat malam," demikian dilaporkan kantor berita milik negara, Mozambique News Agency, mengutip para korban selamat.

"Dua orang dipenggal di desa itu dan beberapa perempuan diculik," kantor berita itu menambahkan.

Di tempat terpisah, Mozambique News Agency melaporkan, sekelompok militan lainnya melakukan serangan brutal di desa Muatide, dimana mereka memenggal lebih dari 50 orang.

Sementara Pinnancle News yang dikelola swasta melaporkan penduduk desa yang mencoba melarikan diri ditangkap, dan dibawa ke lapangan sepak bola setempat. Di sana mereka dipenggal dan dimutilasi dalam tindakan kekejaman yang dilakukan dari Jumat malam hingga Minggu.

Pemerintah Mozambik telah meminta bantuan internasional untuk menangani pemberontakan, dan mengatakan pasukannya membutuhkan pelatihan khusus.

Pada bulan April, lebih dari 50 orang dipenggal atau ditembak mati dalam serangan di sebuah desa di Cabo Delgado dan awal bulan ini, sembilan orang dipenggal di provinsi yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak