facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bantah Hasto, Seno: Mungkin Pak Hasto Lupa, Yang Pasti Saya Punya KTA!

Muhammad Taufiq Senin, 16 November 2020 | 13:11 WIB

Bantah Hasto, Seno: Mungkin Pak Hasto Lupa, Yang Pasti Saya Punya KTA!
KTA PDI Perjuangan milik Jagat Hariseno (Foto: Achmad Ali)

"KTA resmi sebagai Kader PDI Perjuangan sejak Tahun 1990," kata Seno.

SuaraJatim.id - Jagad Hariseno membantah pernyataan Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menyebutnya bukan kader partai.

Seno, putra salah satu pendiri PDI Perjuangan Soetjipto yang juga kakak kandung Whisnu Sakti Buana itu punya bukti Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai.

"Saya punya KTA. KTA resmi sebagai Kader PDI Perjuangan sejak Tahun 1990. Sejak era Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Saleh Ismail Mukadar," katanya saat dikonfirmasi SuaraJatim, Senin (16/11/2020).

Seno pun menanggapi ucapan Hasto dengan tenang. Bahkan, Seno berpikir positif bahwa apa yang disampaikan Hasto hanya persoalan memori atau ingatan saja.

Baca Juga: Tegaskan Tak Ada Kader PDIP Membelot, Hasto: Seno Kan Tidak Punya KTA

"Mungkin Pak Hasto lupa. Yang pasti saya punya KTA dan bukti fisiknya juga ada. Saya juga sudah memperpanjang sampai tiga kali," terangnya.

Di Pilkada Kota Surabaya 2020, Seno menegaskan pilihan politiknya dengan mendukung Pasangan Calon Machfud Arifin-Mujiaman. Ia dianggap membelot dari garis partai.

Pernyataan dukungan Seno ini ditegaskan usai berziarah bersama Machfud ke makam ayahandanya yang juga Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan Ir Soetjipto, yang dikenal dengan sebutan Pak Tjip, di TPU Keputih Surabaya pada Selasa (10/11/2020).

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto memastikan Jagad Hariseno alias Seno bukanlah kader PDIP. Seno hanyalah tokoh simpatisan.

Untuk itu, dirinya mengaku tidak resah jika Seno mendukung pasangan Machfud Arifin-Mujiaman, meski PDIP telah mengusung Eri Cahyadi-Armuji.

Baca Juga: Puti Guntur Percaya Diri Eri-Armuji Menang Pilkada Kota Surabaya

Hasto menegaskan, Seno tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan alias tokoh simpatisan. Alasan itulah yang membuat Hasto tidak risau.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait