alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Konflik Panjang, Kelompok Pemuda Tigray Bantai 600 Warga Sipil Ethiopia

Muhammad Taufiq Rabu, 25 November 2020 | 10:10 WIB

Konflik Panjang, Kelompok Pemuda Tigray Bantai 600 Warga Sipil Ethiopia
Anggota Pasukan Khusus Amhara kembali ke pangkalan Militer Divisi 5 Mekanis Dansha setelah bertempur melawan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), di Danasha, wilayah Amhara dekat perbatasan dengan Tigray, Ethiopia (9/11/2020). ANTARA/REUTERS/Tiksa Negeri/aa. (REUTERS/TIKSA NEGERI)

Menurut laporan, serangan dilakukan terhadap penduduk Mai Kadra dari kelompok etnik Amhara dan Wolkait.

SuaraJatim.id - Konflik berkepanjangan di Ethiopia, Afrika Timur, nampaknya masih terus terjadi. Baru-baru ini Komisi HAM Ethiopia melaporkan sedikitnya 600 warga dibantai oleh sekelompok pemuda Tigray di Kota Mai Kadra.

Konflik pasukan Tigray dengan tentara pemerintahan ini sudah berlangsung lama. Seperti dilaporkan Reuters yang dikutip dari Antara, serangan 9 November menargetkan penduduk non-Tigray.

Reuters tidak langsung dapat memverifikasi laporan itu lantaran jaringan telepon dan internet ke kawasan tersebut terputus dan aksesnya dikontrol secara ketat.

Pemimpin pasukan Tigray tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar. Namun, sebelumnya mereka menolak bertanggung jawab atas pembantaian tersebut.

Baca Juga: Rombongan Bus Diserang Kawanan Bersenjata, 34 Orang Tewas

Menurut laporan, serangan dilakukan terhadap penduduk Mai Kadra dari kelompok etnik Amhara dan Wolkait. Komisi menyebut serangan itu "pembantaian".

Kota Mai Kadra terletak di bagian barat daya Tigray di utara Ethiopia, di mana pasukan pemerintah federal baku hantam dengan pasukan Tigray dalam perang tiga pekan, yang menewaskan ratusan orang sekaligus menyebarkan kekhawatiran global.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa pada pagi hari serangan, polisi setempat mulai memeriksa kartu identitas penduduk guna "membedakan warga non-Tigray yang berasal dari tempat lain."

Sore harinya, sekelompok pemuda yang bernama "Samri" bersama dengan anggota milisi dan polisi setempat mendatangi sebuah daerah di kota tersebut, di mana sebagian besar penduduk non-Tigray tinggal.

Serangan diawali dengan eksekusi terhadap seorang petani Amhara, yang tewas di depan keluarganya sebelumnya rumahnya dibakar dan jasadnya ikut dilemparkan ke api, bunyi laporan tersebut, yang mengutip wawancara dengan istri korban dan saksi mata.

Baca Juga: Ngeri! 34 Orang di Ethiopia Tewas Dibantai Kelompok Bersenjata di Dalam Bus

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait