alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diduga Keracunan Jamur, 6 Orang Satu Keluarga di Blitar Kritis Masuk RS

Muhammad Taufiq Rabu, 25 November 2020 | 16:41 WIB

Diduga Keracunan Jamur, 6 Orang Satu Keluarga di Blitar Kritis Masuk RS
Ilustrasi keracunan makanan. (Shutterstock)

Dalam laporannya, rumah sakit tempat korban dirawat mengatakan telah kedatangan pasien dengan gejala keracunan.

SuaraJatim.id - Satu keluarga di Desa/Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar menjalani rawat inap di RSK Budi Rahayu setelah dilaporkan mengalami gejala intoksikasi atau keracunan. Mereka yang dirawat terdiri atas tiga pemuda dan tiga orang tua.

Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Ardi Purboyo ketika dihubungi mengatakan peristiwa keracunan ini diketahui setelah polisi dihubungi oleh pihak rumah sakit.

Dalam laporannya, rumah sakit tempat korban dirawat mengatakan telah kedatangan pasien dengan gejala keracunan.

Usai menerima informasi itu, polisi kemudian mendatangi korban. Saat itu kondisi korban masih lemas dan belum bisa didalami.

Baca Juga: Kehabisan Miras, 7 Orang Tewas Tenggak Cairan Hand Sanitizer

"Pihak rumah sakit melaporkan kalau ada kejadian keracunan. Korban merasakan mual dan muntah. Kemudian kami berupaya mencari apa penyebabnya," ungkap Ardi, Rabu (25/11/2020).

Begitu para korban sudah bisa berbicara, polisi lalu mendalami peristiwa diduga keracunan itu. Hasil keterangan didapati para korban mengkonsumsi jamur.

Kepada polisi, para korban mengaku pada Minggu (20/11/2020) lalu, keluarga mengadakan pesta jamur dari hasil budidaya di rumahnya. Jamur itu dimasak oleh kepala keluarga dan dikonsumsi oleh seisi rumah.

Keesokan harinya, mereka yang mengkonsumsi jamur kemudian merasakan mual dan muntah serta merasakan lemas. Enam orang itu lalu dilarikan dan dirawat di RSK Budi Rahayu.

"Kalau sekarang kondisinya sudah membaik. Informasi dari rumah sakit, para korban ini terus membaik," ujar Ardi.

Baca Juga: 3 Kuli Bangunan Blitar Ditemukan Tergeletak Tersetrum Listrik, Satu Tewas

Kendati sedang didalami namun ada sejumlah kendala yang dihadapi polisi. Abituren Akpol 2010 itu mengaku tak ada sisa makanan yang bisa diambil sebagai sampel.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait