Masih Banyak Orangtua Berikan Kental Manis ke Anak, Begini Efek Buruknya

Alih-alih susu, sebagian orangtua di Indonesia masih memberikan kental manis untuk anak mereka setiap hari.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Minggu, 13 Desember 2020 | 15:36 WIB
Masih Banyak Orangtua Berikan Kental Manis ke Anak, Begini Efek Buruknya
Susu kental manis. (Shutterstock)

SuaraJatim.id - Sejak 2018 lalu, persoalan kental manis memang telah sering dibicarakan. Dalam hal ini, BPOM dan Kementerian Kesehatan sudah menegaskan bahwa susu kental manis tak mengandung susu.

Sayangnya menurut penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), sebanyak 16,97 persen ibu di Indonesia masih memberikan kental manis untuk anak mereka setiap hari.

"Kental manis saja ini karbonya tinggi dari gula sehingga tak dianjurkan untuk balita," ungkap Dr. Tria Astika Endah Permatasari, SKM.MKM, Dosen Prod. Gizi, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam acara Konferensi Pers Hasil Penelitian YAICI, PP Aisyiyah & PP Muslimat NU, belum lama ini.

Padahal menurut Dr. Tria, kental manis yang dikonsumsi tanpa tambahan nutrisi seimbang lain bakal memicu anak mengalami malnutrisi. Di sisi lain, kental manis juga dapat membuat anak kebanyakan karbohidrat dan gula yang kemudian bisa menyebabkan berbagai penyakit.

Baca Juga:Tips Menjaga Kesehatan Anak Saat Memasuki Musim Pancaroba

"Bukan hanya under-nutrition, namun (konsumsi kental manis pada anak) bisa menyebabkan penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes, kalau di gigi bisa karies," katanya menambahkan.

Susu kental manis. (Shutterstock)
Susu kental manis. (Shutterstock)

Lalu, mengapa masih banyak orangtua yang memberikan kental manis untuk dikonsumsi anak-anaknya? Menurut Arif Hidayat SE.,MM, Ketua YAICI, pemberian kental manis pada anak sering kali dipicu oleh persoalan ekonomi.

"(Pilih) kental manis ya karena ini lebih ekonomis lebih murah daripada satu kaleng susu formula," tutur Arif.

Dalam hal ini, demi memenuhi gizi balita, Dr. Tria kemudian menyarankan agar tak memberikan kental manis. Dia mengungkapkan, lebih baik memberikan susu full cream dan susu rendah lemak. Susu full cream hanya untuk anak lebih dari 1 tahun, sedangkan susu rendah lemak untuk balita usia 2 tahun.

"Namun susu skim tidak terlalu disarankan untuk balita," terangnya kemudian.

Baca Juga:Bikin Ngakak! Langgar Protokol Kesehatan, Anak Ini Usul Diceburin Ke Sumur

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini