Duhh! Batok Kepala Santri di Pamekasan Retak, Diduga Dianiaya Ustaznya

Seorang santri di salah satu pondok pesantren di Pamekasan Madura, Jawa Timur, harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo.

Muhammad Taufiq
Selasa, 05 Januari 2021 | 10:44 WIB
Duhh! Batok Kepala Santri di Pamekasan Retak, Diduga Dianiaya Ustaznya
Santri asal Pamekasan korban penganiayaan ustaznya sedang menjalani perawatan di rumah sakit (Foto: Antara)

SuaraJatim.id - Seorang santri di salah satu pondok pesantren di Pamekasan Madura, Jawa Timur, harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo Surabaya setelah menjadi korban penganiayaan.

Santri berinisial F (14) itu diduga dianiaya oleh pelaku berinisial A, seorang ustaz di pondok pesantren yang berlokasi di Kecamatan Palengan tersebut. Kasus ini segera diselidiki oleh Satuan Reskrim Polres Pamekasan, Jawa Timur.

"Anggota kami telah melakukan penyelidikan awal dengan mendata korban dan terduga pelaku penganiayaan tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo dalam keterangannya kepada wartawan di Pamekasan, seperti dikutip dari Antara, Selasa (05/12/2021).

Menurut Adhi, korban dipukul dengan bantalan Al Quran yang terbuat dari kayu hingga menyebabkan batok kepalanya retak.

Baca Juga:Berduka, Ustaz Yusuf Mansur Menangis Kiai NU Najib Abdul Qodir Meninggal

Selain itu, dahi korban bengkak dan mengalami luka dengan kelopak mata membiru akibat pukulan keras pelaku.

Akibat kejadian itu, korban langsung pingsan dan dirujuk ke RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan. Namun, pihak rumah sakit tidak bisa menangani korban karena terkendala perawatan sehingga korban dirujuk ke Surabaya.

Paman korban Taufiqurrahman menjelaskan, akibat kejadian itu keponakannya mengalami cacat permanen dan terpaksa harus menjalani operasi batok kepala karena batok kepalanya retak.

"Sampai malam ini keponakan saya belum sadarkan diri," kata Taufiq.

Pihak pesantren menyatakan bertanggung jawab atas kejadian ini, dan siap menanggung semua biaya perawatan korban hingga yang bersangkutan sembuh total.

Baca Juga:Kiai Najib Pengasuh Ponpes Krapyak Wafat, Sempat Ada Keluhan di Kaki

Berdasarkan catatan, kasus kekerasan di pondok pesantren sebagaimana menimpa korban di bawah umur berinisial F itu bukan yang pertama kali terjadi di Pamekasan.

Pada April 2018, santri Pondok Pesantren Al-Misdad, Dusun Barat, Desa Lenteng, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, seorang santri dibacok dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Pelaku pembacokan yang kejadiannya pada 29 April 2018 tersebut merupakan seorang santri, sedangkan korbannya pengurus pesantren. Motifnya karena tidak terima dengan cara sang pengurus selalu membentak dirinya saat kerja baksi di pondok pesantren tersebut.

Kasus serupa juga terjadi pada awal Januari 2012 dengan korban atas nama Suprai, warga Dusun Rekkerek, Kecamatan Palengaan.

Suprai merupakan santri colokan (santri yang tidak tinggal di asrama pondok) di Pesantren Sumber Sari Desa Rekkerek, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini