alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jenazah Co-Pilot Korban Sriwijaya Air SJ182 Belum Bisa Dibawa ke Surabaya

Muhammad Taufiq Rabu, 13 Januari 2021 | 18:36 WIB

Jenazah Co-Pilot Korban Sriwijaya Air SJ182 Belum Bisa Dibawa ke Surabaya
Sumarzen Marzuki, ayah copilot korban Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu (Suara.com/Dimas Angga)

Keluarga Co-Pilot Fadly Satrianto, salah satu korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ182 di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

SuaraJatim.id - Keluarga Co-Pilot Fadly Satrianto, salah satu korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182 di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu 9 Januari 2021, berencana mengambil jenazah Fadly besok, Kamis 14 Januari 2021.

Namun menurut Sumarzen Marzuki, ayah dari Fadly, pihak keluarga masih harus menunggu keputusan dari rumah sakit dan kepolisian terkait pengambilan jenazah anaknya itu.

"Kapan mau diambil? Tadi sudah dijelaskan oleh pihak sana (rumah sakit), jika harus dikonfirmasi sehari sebelumnya, karena perlu ada dokumen-dokumen yang harus disiapkan oleh pihak rumah sakit," kata Sumarzen pada awak media di rumah duka, Rabu (13/1/2021).

Sumarzen mengaku ingin segera mengambil jenazah dan segera memakamkannya. Keluarga juga sudah menghubungi rumah sakit kalau keluarga bisa mengambil besok atau lusa.

Baca Juga: 2 Korban Sriwijaya Air Jatuh Teridentifikasi Hari Ini, Indah dan Agus

Awalnya, Sumarzen mengatakan keluarga inginnya Fadly bisa dibawa pulang pada Rabu pagi tadi. Sayangnya, syarat dari pihak rumah sakit tempat jenazah Fadly saat ini belum terpenuhi seluruhnya.

"Jenazah almarhum ini memang sudah diamankan. Jadi akan kami ambil jenazahnya besok, tentu kami menunggu keputusan dari sana. Sebenarnya saya menginginkan bisa diambil tadi pagi, nanti yang akan mempersiapkan segala sesuatu dari perusahaannya, yakni Nam Air," ungkapnya.

Sebelumnya, Sumarzen sempat menceritakan perihal info soal Fadly anaknya. Hanya saja pada waktu mendapat info tersebut, ia tidak serta merta percaya begitu saja.

"Anak kami, Fadly Satrianto, yang pada waktu itu menumpang Pesawat Sriwijaya SJ 182 yang naas jatuh di pulau Seribu. Bahwasanya semua media sudah tahu, jika ananda kami sudah teridentifikasi Fadly Satrianto melalui DNA yang kita kirimkan dari pihak ibunya maupun saya sendiri. Kami diarahkan ke sana (Jakarta), namun kami berikan mandat ke ponakan kami," terang Sumarzen.

Selain itu, Sumarzen mengatakan, jika sejak tadi pagi, pihak keluarga sudah melakukan konfirmasi soal jenazah dari Fadly.

Baca Juga: Rabu Sore, 2 Korban Sriwijaya Air Berhasil Teridentifikasi di RS Polri

"Tadi jam 8 lebih, dia (keponakannya) sudah mengklarifikasi di rumah sakit Polri di Keramat Jati," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait