alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BNPB Catat 42 Jiwa Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene

Erick Tanjung | Stephanus Aranditio Jum'at, 15 Januari 2021 | 22:48 WIB

BNPB Catat 42 Jiwa Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene
Warga mengamati Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak akibat gempa bumi, di Mamuju, Sulbar, Jumat (15/1/2021). [ANTARA FOTO/Akbar Tado]

Raditya Jati mengatakan selain korban jiwa, gempa juga mengakibatkan 637 luka-luka dan 15.000 warga mengungsi.

SuaraJatim.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB melaporkan sudah ada 42 jiwa meninggal dunia akibat gempa di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat per Jumat (15/1/2021) pukul 20.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan selain korban jiwa, gempa juga mengakibatkan 637 luka-luka dan 15.000 warga mengungsi.

"Rinciannya 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 8 orang di Kabupaten Majene," kata Raditya.

Adapun 10 titik lokasi pengungsian di Kabupaten Majene, antara lain di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua yang terdapat di Kecamatan Ulumanda, Kecamatan Malunda serta Kecamatan Sendana.

Baca Juga: Gempa Mamuju, Kepala Pelaksana BPBD Sulbar Minta Warga Siaga

Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat lima titik pengungsian yang berada di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

Terdapat tiga rumah sakit yang saat ini aktif untuk pelayanan kedaruratan di Kabupaten Mamuju, antara lain RS Bhayangkara, RS Regional Provinsi Sulawesi Barat dan RSUD Kabupaten Mamuju.

Kerugian material yang tercatat sejauh ini di Kabupaten Mamuju antara lain Rumah Sakit Mitra Manakarra rusak berat, RSUD Kabupaten Mamuju rusak berat serta kerusakan di Pelabuhan Mamuju dan Jembatan Kuning yang berlokasi di Takandeang, Tapalang Mamuju.

Sementara itu, BPBD Majene menginformasikan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus), sebanyak 300 unit rumah rusak (masih dalam pendataan), 1 unit Puskesmas (rusak berat) dan 1 Kantor danramil Malunda (rusak berat).

"Sebagian wilayah di Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik dan sebagian lainnya masih mengalami gangguan. Kabupaten Majene masih dilakukan proses perbaikan arus listrik sehingga seluruh wilayah masih dalam keadaan padam," jelasnya.

Baca Juga: Evakuasi Korban, PMI Kerahkan Sejumlah Ambulans ke Mamuju dan Majene

BNPB sudah mendistribusikan bantuan dalam penanganan bencana gempabumi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, antara lain 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.

Warga masih membutuhkan bantuan seperti sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis dan terpal.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan masih akan terjadi, masyarakat diminta selalu waspada dan mengikuti informasi resmi yang tersedia melalui BMKG dan portal InaRisk untuk mengetahui situasi terkini.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait