alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ini Penjelasan IDI Soal Bupati Sleman Positif Corona Setelah Divaksin

Erick Tanjung | Stephanus Aranditio Jum'at, 22 Januari 2021 | 15:50 WIB

Ini Penjelasan IDI Soal Bupati Sleman Positif Corona Setelah Divaksin
Bupati Sleman Sri Purnomo dinyatakan positif Covid-19, padahal baru sepekan disuntik vansin. (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Kalau baru disuntik sekali itu masih proses penyiapan sel tubuh, jadi masih mungkin terinfeksi saat itu," ujar Daeng.

SuaraJatim.id - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih menjelaskan peristiwa yang dialami Bupati Sleman Sri Purnomo dinyatakan positif Covid-19 sepekan setelah disuntik vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech, China.

Daeng menjelaskan hal itu memang bisa terjadi, seorang yang baru disuntik vaksin bukan berarti langsung kebal terhadap virus Sars-Cov 2.

"Karena awal terbentuknya antibodi dari vaksin adalah 14 hari setelah suntikan kedua, dan dari pemeriksaan tiga bulan setelah itu baru kelihatan antibodinya maksimal. Artinya kalau baru disuntik sekali itu masih proses penyiapan sel tubuh, jadi masih mungkin terinfeksi saat itu," kata Daeng dalam diskusi virtual, Jumat (22/1/2021).

Oleh sebab itu, dia meminta semua orang yang sudah menerima vaksin harus tetap mengikuti protokol kesehatan 3M Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci Tangan.

Baca Juga: Masih Lama, IDI Prediksi Herd Immunity Baru Terbentuk 2023

"Jadi hati-hati, kalau sudah divaksin jangan mentang-mentang merasa sudah terlindungi apalagi baru disuntik sekali atau baru selesai penyuntikan kedua, belum terbentuk antibodi," ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Sleman Sri Purnomo dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (21/1) sepekan setelah disuntik vaksin. Meski demikian dia tetap memilih bekerja dari rumah dinasnya sembari isolasi mandiri.

"Saya meyakini hasil swab positif ini bukan dari vaksin yang saya terima. Karena vaksin dibuat dari virus yang telah mati. Tidak ada laporan di dunia yang menyatakan virus mati di vaksin itu kembali hidup. Jadi saya pasti tertular. Kalau baru 1x vaksin kekebalan saya belum sepenuhnya terbentuk," kata Sri Purnomo.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait