alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Akan Panggil Perdunu, 10 Tahun Pemkab Banyuwangi Buang Brand Kota Santet

Muhammad Taufiq Jum'at, 05 Februari 2021 | 16:57 WIB

Akan Panggil Perdunu, 10 Tahun Pemkab Banyuwangi Buang Brand Kota Santet
Pembentukan organisasi persatuan dukun di Banyuwangi. [foto: suarajatimpost.com]

Berdirinya organisasi baru Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) direspon serius oleh Pemkab Banyuwangi.

SuaraJatim.id - Berdirinya organisasi baru Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) direspon serius oleh Pemkab Banyuwangi. Perdunu bakal dipanggil dan dimintai klarifikasi terkait tujuan organisasi dan rencana gelaran festival santet.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M. Yanuarto Bramuda. Sampai sekarang dinas belum mengetahui persis apa tujuan dan persisnya organisasi apa Perdunu ini.

Namun demikian, Yanuarto mengaku khawatir tentang rencana program Perdunu, yakni pengenalan destinasi mistis dan festival santet. Festival tersebut bakal menjelaskan tentang ilmu-ilmu spiritual yang masih ada di Banyuwangi.

"Khawatirnya salah persepsi soal festival ini yang akan dilakukan oleh Pemkab. Padahal, Pemkab tidak pernah membranding soal rencana festival (festival santet) itu," kata Bramuda, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Jumat (05/02/2021).

Baca Juga: Kiai, Gus dan Ahli Ilmu Spiritual Dirikan Organisasi Dukun di Banyuwangi

"Kita belum tahu Perdunu ini paguyuban apa. Tapi karena sudah menyangkut festival, khawatirnya masyarakat salah persepsi. Maka ini harus diklarifikasi," katanya menambahkan.

Menindaklanjuti hal itu, Disbudpar Banyuwangi dan Dewan Kesenian Blambangan (DKB) berencana memanggil Perdunu untuk dimintai klarifikasi dalam waktu dekat ini.

Pihaknya memamahi, jika ikhtiar yang dimaksudkan dari Perdunu bisa jadi bagus. Namun, dalam 10 tahun terakhir, menurutnya, Banyuwangi telah mem-branding wisata sehat dan membuang kata 'santet' yang selanjutnya dikenal kota 'internet'.

"Karena ini masa pandemi, tidak serta-merta bisa membuat festival dan justru membuat polemik di masyarakat. Tentunya banyak syarat dan izin yang dibutuhkan untuk itu," katanya.

Disbudpar Banyuwangi juga tak sepakat tentang pemilihan tajuk program destinasi mistis. Karena selain wisata sehat, Kabupaten Banyuwangi juga telah mem-branding wisata berbasis religius.

Baca Juga: Viral Berdirinya Persatuan Dukun, Warganet Minta Santet Massal Koruptor

"Kami mem-brandingnya bukan sebagai wisata mistis, tapi wisata religi. Ada Alas Purwo dan lainnya. Seperti makam Bupati yang nantinya akan kita branding serupa," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait