alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Petualangan Emma Coronel, Istri Bos Besar Kartel Meksiko El Chapo Berakhir

Muhammad Taufiq Selasa, 23 Februari 2021 | 13:58 WIB

Petualangan Emma Coronel, Istri Bos Besar Kartel Meksiko El Chapo Berakhir
Emma Coronel Aispuro, istri Joaquin Guzman, pengedar narkoba yang dikenal sebagai "El Chapo" tiba di Pengadilan Federal Brooklyn [Foto: Antara]

Petualangan Emma Coronel Aispuro, istri dari Joaquin 'El Chapo Guzman, mantan pimpinan kartel narkoba Sinaloa Meksiko ditangkap di Washington, Amerika Serikat.

SuaraJatim.id - Petualangan Emma Coronel Aispuro, istri dari Joaquin 'El Chapo’ Guzman, mantan pimpinan kartel narkoba Sinaloa Meksiko ditangkap di Washington, Amerika Serikat.

Coronel kini dipenjara terkait keterlibatannya dalam penyelundupan narkotika internasional. Hal ini ditegaskan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Selasa (23/02/2021).

Istri El Chapo itu didakwa berkomplot untuk mendistribusikan heroin, kokain, marijuana dan metamfetamin untuk diimpor yang melanggar hukum Amerika Serikat.

Jaksa penuntut mengatakan Coronel juga pernah terlibat persekongkolan jahat membantu suaminya kabur dari penjara Altiplano di Meksiko pada Juli 2015. Saat itu dia menggali terowongan sepanjang satu mil dari selnya, dan mulai merencanakan pelarian kedua setelah ditangkap oleh pihak berwenang Meksiko pada Januari 2016.

Baca Juga: Pandemi Ganda di Meksiko: Covid-19 dan Kekerasan Kartel Narkoba

Emma Coronel Aispuro kini berusia 31 tahun. Ia sebelumnya sering menghadiri persidangan suaminya dan saat ini telah ditangkap di Bandara Internasional Dulles di bagian utara Virginia.

Dia dijadwalkan untuk hadir di pengadilan federal di Washington. Sampai saat ini pengacara Emma Coronel belum menjelaskan detail persoalan kliennya itu.

Penangkapan Coronel terjadi dua tahun setelah persidangan El Chapo suaminya di Brooklyn. El Chapo sendiri kini berusia 63 tahun. Ia dihukum karena memperdagangkan berton-ton narkoba ke Amerika Serikat sebagai pemimpin kartel Sinaloa.

Dalam persidangan, jaksa penuntut waktu itu mengatakan El Chapo menancapkan kekuasaan kartelnya di Meksiko melalui darah, mulai dari pembunuhan dan perang antar kartel saingan di sana.

Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Juli 2019 ditambah 30 tahun. Hukuman maksimal ini mencerminkan kalau terpidana sangat jahat dan membahayakan. El Chapo bahkan dikirim ke ADX Florence di Colorado, penjara "Supermax" paling aman di negara itu. ANTARA

Baca Juga: Panen Jagung di Bone, Nurdin Abdullah : Masih Ada Kartel

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait