alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pasca Tanah Longsor, Seluruh Santri Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Sabtu, 27 Februari 2021 | 22:28 WIB

Pasca Tanah Longsor, Seluruh Santri Ponpes di Pamekasan Dipulangkan
Kondisi pesantren setelah tertimpa tanah longsor di Pamekasan Jawa Timur [Foto: Suaraindonesia]

Kejadian tanah longsor di Pamekasan itu mengakibatkan lima korban meninggal dunia. Seluruhnya santri Pondok Pesantren An-Nidhomiyah Pamekasan.

SuaraJatim.id - Seluruh santri Pondok Pesantren An-Nidhomiyah Pamekasan, Jawa Timur dipulangkan. Ini dilakukan menyusul peristiwa tanah longsor yang menyebabkan lima santri meninggal dunia dan dua lainnya terluka. 

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nidhomiyah KH Muhaidi mengatakan, Kegiatan belajar mengajar (KBM) dihentikan sementara waktu. Hal itu juga merujuk rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), petugas keamanan dan masyarakat sekitar.

"Sementara kami liburkan dulu, dan santri yang tinggal di pondok dipulangkan, hingga situasi benar-benar dirasa aman," kata KH Muhaidi, dikutip dari ANTARA, Sabtu (27/2/2021).

Selain itu, lanjut dia, lamanya proses perbaikan lokasi longsor jadi pertimbangan lainnya. Kemudian, asrama putri yang hancur terdampak longsoran tebing itu tidak akan dibangun lagi.

Baca Juga: Risma ke Pamekasan: Saya Menyampaikan Titipan Bapak Presiden

Kiai Muhaidi melanjutkan, berdasarkan Pemkab Pamekasan, Pemprov Jatim dan Kementerian Sosial Republik Indonesia menyarankan agar asrama putri yang baru dibangun jauh dari lokasi tebing.

"Bu Mensos tadi juga menyarankan agar tidak dibangun lagi, asrama agar dipindah, karena khawatir kejadian serupa akan terulang," ujarnya.

Musibah tebing longsor di Pondok Pesantren An-Nidhomiyah, Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Pamekasan ini terjadi pada Rabu (24/2) sekitar pukul 02.00 WIB.

Tujuh orang santri tertimpa longsoran tebing dalam musibah itu. Lima orang meninggal dunia, dan dua orang lainnya luka-luka.

Musibah bencana tebing longsor di Pondok Pesantren An-Nidhomiyah ini menjadi perhatian semua pihak, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini.

Baca Juga: 50 Kasus Bencana Alam Melanda Kabupaten Malang, Didominasi Tanah Longsor

Sementara itu, hingga Sabtu (27/2) proses evakuasi sebagian material longsor dari tebing dan reruntuhan bangunan asrama santri terus dilakukan oleh tim penanggulangan bencana Pemkab Pamekasan dan masyarakat sekitar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait