Harga Cabai di Gresik Rp 120 Ribu, Lebih Mahal dari Harga Daging Sapi

Tingginya harga cabai dikeluhkan sejumlah pedagang di Gresik Jawa Timur.

Muhammad Taufiq
Selasa, 09 Maret 2021 | 17:55 WIB
Harga Cabai di Gresik Rp 120 Ribu, Lebih Mahal dari Harga Daging Sapi
Seorang pedagang sedang menunjukkan cabai jualannya di Gresik Jawa Timur [Suara.com/Amin Alamsyah]

SuaraJatim.id - Tingginya harga cabai dikeluhkan sejumlah pedagang di Gresik Jawa Timur. Akibatnya permintaan cabai menurun drastis. Di Pasar Baru misalnya, harga cabai sudah mencapai Rp 120 per kilogram.

Salah satu pedagang Pasar Baru Yuris (40) mengatakan, harga cabai rawit sangat bervariasi. Mulai dari Rp 110 ribu hingga paling mahal Rp 120 ribu perkilonya. Sedangkan harga cabai merah besar rata-rata dihargai Rp 30 ribu perkilonya.

"Saya beli dari agen saja sudah mahal. Sekilonya Rp 95 ribu, kalau begini terus malah susah jualnya," kata Yuris ditemui di lapak dagangannya, Selasa (9/3/2021).

Kendati demikian, ada beberapa pedagang mensiasati agar harga cabai tidak semahal di pasaran. Mereka mencampur cabai rawit dengan cabai hijau yang relatif murah. Dengan begitu, harga cabai campuran dihargai sebesar Rp 105 ribu.

Baca Juga:Harga Cabai Rawit di Sleman Masih Tinggi, Warga Pilih Beli Boncabe

"Mending begini bisa laku. Tapi kalau ada pembeli yang meminta harga cabai rawit murni saya sudah sediakan," kata Muslih (45) pedagang lain di Pasar Baru.

Ia menyebut, jika hanya harga bahan pokok seperti cabai saja yang mengalami kenaikan. Sedangkan beberapa harga bahan pokok lain malah cenderung stabil. Kalaupun mengalami kenaikan tidak begitu drastis.

"Paling naik turun kalau harga bahan pokok lain. Itu kan biasa, lha ini harga cabai malah semakin naik terus. Lebih mahal dari harga daging sapi," ujarnya.

Adapun daftar harga bahan pokok di Pasar Baru Gresik. Antara lain, bawang merah sebesar Rp 28 ribu per kg, bawang putih Rp 28 ribu per kg.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Agus Budiono menegaskan jika hargai cabai yang tinggi tidak hanya di Gresik saja. Kenaikan harga cabai yang tinggi diakibatkan oleh permintaan yang tinggi.

Baca Juga:Pantas Mahal, Harga Cabai Rawit Sudah Pedas sejak dari Petani

"Ketersediaan komoditi cabai tidak sebanding dengan permintaan," kata Agus.

Menurutnya, harga cabai dalam waktu dekat akan turun, karena komoditi cabai tidak bisa bertahan lama. Kemudian, dia menyarankan sebagai langkah mudah, warga diminta menanam cabai di rumah.

"Kita bisa menanam cabai di rumah, bisa di pot, polybag. Karena kebutuhan cabai di rumah tangga tidak terlalu besar," ujarnya.

Kontributor : Amin Alamsyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini