alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Senin Lusa SD dan SMP di Gresik Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Muhammad Taufiq Jum'at, 16 April 2021 | 21:20 WIB

Senin Lusa SD dan SMP di Gresik Mulai Pembelajaran Tatap Muka
Ilustrasi Sekolah Tatap Muka (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Pembelajaran tatap muka untuk SD dan SMP di Gresik, Jawa Timur, bakal dimulai Senin 19 April 2021.

SuaraJatim.id - Pembelajaran tatap muka untuk SD dan SMP di Gresik, Jawa Timur, bakal dimulai Senin 19 April 2021. Ini dilakukan setelah mengevaluasi sistem jam belajar dan kapasitas murid serta durasi sekolah.

Kabar ini ditegaskan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ia menjelaskan, kegiatan evaluasi kesiapan PTM di Gresik sudah dilakukan, Jumat (16/04/2021).

Ia mengajak seluruh komponen yang berkompeten untuk terus mengevaluasi kesiapan sekolah tatap muka tersebut. Setelah SD dan SMP, kata dia, selanjutnya sekolah TK dan PAUD.

"Mulai Senin (19/4), siswa SD dan SMP di Gresik sudah mulai melaksanakan PTM. Kegiatan belajar mengajar akan diawali pelaksanaan Ujian Sekolah untuk siswa Kelas 6 SD dan SMP," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Kata Penyanyi Rossa dan 5 Orangtua Lainnya Tentang Sekolah Tatap Muka

Sementara pada rakor evaluasi PTM, Gus Yani--sapaan akrab Fandi Akhmad Yani--meminta untuk mengevaluasi kembali Peraturan Bupati Gresik Nomor 50 Tahun 2020 yang ditetapkan pada 3 Desember 2020.

Perbup itu adalah tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di masa Transisi Menuju Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Gresik.

"Saya harap Perbup 50 tahun 2020 itu disesuaikan dengan keadaan saat ini yang sedang berlaku di Kabupaten Gresik, misalnya tentang larangan yang ada di perbup tersebut bahwa siswa dilarang naik kendaraan umum, guru di luar Gresik dilarang mengajar," katanya.

Gus Yani juga meminta agar semua yang hadir memberikan solusi yang paling aman dan tidak berisiko, karena semua guru di Gresik sudah mendapat vaksin.

"Kami minta Dinkes Gresik juga memberikan vaksin kepada masyarakat pendidikan yang lain misalnya penjaga sekolah, tukang kebun dan lain-lain yang ada di sekolah tersebut," katanya.

Baca Juga: Apes, Tiga Pelajar SMP Tak Pakai Helm Boncengan Motor Nabrak Tronton Parkir

Terkait laporan dari pihak Diknas karena masih adanya sekolah yang belum siap melengkapi sarana prasarana untuk PTM, Gus Yani meminta kepada pihak Diknas untuk mendampingi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait