- Tim gabungan memfokuskan pembasahan pada delapan titik panas di Probolinggo dan Pasuruan untuk mencegah munculnya kembali bara api.
- Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan menyatakan operasi pendinginan darat dan udara dilakukan setelah tidak ditemukan titik api baru.
- Penanganan karhutla hingga hari kedua belas di Bromo telah berdampak pada lahan seluas sekitar 1.120,2 hektare.
SuaraJatim.id - Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo kini fokus melakukan pembasahan di delapan titik panas (hotspot). Langkah tersebut dilakukan setelah petugas tidak lagi menemukan titik api baru.
Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, mengatakan delapan hotspot yang menjadi sasaran pendinginan berada di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan.
"Update situasi yang kami sampaikan, belum ada titik api yang kami temukan. Ada delapan titik hotspot yang kami waspadai dan dilakukan pendinginan atau pembasahan, yaitu dua di sekitar Seruni Point, Probolinggo, dan enam hotspot masuk wilayah Pasuruan," kata Wahyu di Gunung Bromo, Jumat (14/8/2026).
Menurut dia, proses pendinginan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari bara atau sisa vegetasi yang terbakar.
Baca Juga:Kebakaran Hebat Gunung Bromo Diduga karena Api Unggun
Penanganan dilakukan melalui dua metode, yakni dari darat oleh petugas dan dari udara menggunakan helikopter water bombing. Untuk Jumat, operasi water bombing direncanakan berlangsung sebanyak enam sorti, dengan pelaksanaannya menyesuaikan kondisi cuaca, terutama kabut.
Selain melakukan pendinginan, tim gabungan juga membersihkan area yang sebelumnya terdampak kebakaran serta melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api baru.
"Sampai sekarang petugas masih tersebar untuk memantau sekaligus mencari titik api dan juga dilakukan pantauan langsung dari udara," ujarnya.
Tim gabungan juga terus memperkuat patroli serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan agar turut mencegah terjadinya karhutla.
"Kegiatan semacam ini juga akan dilakukan beberapa hari ke depan, yaitu patroli mencari potensi titik api, sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," kata Wahyu.
Baca Juga:Karhutla TNBTS Meluas, Kondisi Habitat Satwa Endemik Terancam
Terkait pembukaan kembali kawasan wisata Gunung Bromo, pihaknya masih berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Wahyu mengatakan pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada TNBTS apabila kondisi kawasan telah dinyatakan aman untuk kembali dibuka bagi wisatawan.
"Kami akan memberikan rekomendasi kepada TNBTS untuk bisa membuka tempat wisata ini apabila kondisi sudah dinyatakan aman," ujarnya.
Hingga hari ke-12 penanganan karhutla, luas lahan yang terdampak kebakaran di kawasan Bromo tercatat mencapai sekitar 1.120,2 hektare.