- BPBD menyatakan titik api kebakaran hutan di Gunung Bromo wilayah Probolinggo telah padam pada Rabu, 12 Agustus 2026.
- Petugas gabungan mengerahkan kendaraan pemadam dan tiga helikopter untuk mengatasi medan tebing yang sulit dijangkau secara manual.
- Kebakaran yang melanda seluas 889 hektare di empat kabupaten tersebut kini menyisakan satu titik api di kawasan Dingklik.
SuaraJatim.id - BPBD Kabupaten Probolinggo menyatakan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, telah padam, Rabu (12/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, sebelumnya terdapat dua titik api yang masih dalam penanganan, yakni kawasan P30 di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, dan Dingklik di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Pemadaman di kedua lokasi tersebut sempat terkendala kondisi medan berupa tebing yang sulit dijangkau petugas secara manual. Karena itu, operasi pemadaman dilakukan dengan metode water bombing menggunakan tiga unit helikopter.
"Alhamdulillah informasi yang kami dapat bahwa di kawasan P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo sudah tidak terlihat titik api dan yang masih menyala di kawasan Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan," kata Oemar di Probolinggo.
Baca Juga:Tiga Rumah di Jombang Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Menurut Oemar, dari total 34 titik api yang sebelumnya terdeteksi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), saat ini hanya tersisa satu titik api di kawasan Dingklik, Kabupaten Pasuruan.
Seluruh potensi personel dan peralatan dikerahkan untuk menangani titik api tersebut. Sejumlah kendaraan pemadam kebakaran dari berbagai daerah turut diperbantukan dalam operasi pemadaman.
"Semua potensi dari BPBD sudah diturunkan mulai dari kendaraan Damkar dari Surabaya, Malang, Nganjuk, Jombang, Kabupaten/Kota Pasuruan, Mojokerto, dan Probolinggo untuk fokus di Pasuruan," tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menargetkan pemadaman karhutla di kawasan Gunung Bromo dapat dituntaskan pada Jumat (14/8/2026).
Menurut Suharyanto, kondisi medan di kawasan P30 dan Dingklik menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman dari darat. Karena itu, tiga unit helikopter dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses secara manual.
Baca Juga:Bara di Gunung Kertas: Perjuangan Damkar Taklukkan Api di PT Sun Paper Source
Pemerintah menargetkan seluruh titik api di kawasan TNBTS dapat dipadamkan secepatnya. Hal itu dilakukan karena sejumlah helikopter yang digunakan dalam operasi pemadaman juga dibutuhkan untuk membantu penanganan kebakaran di lokasi lainnya.
Hingga Selasa (11/8/2026), luas kawasan yang terdampak karhutla Gunung Bromo tercatat sekitar 889 hektare. Area terdampak tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.
Tim gabungan masih melakukan pemantauan dan penanganan untuk memastikan tidak muncul titik api baru. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan TNBTS. [ANTARA]