alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Amerika Jual Senjata ke Israel, Erdogan Meradang Semprot Joe Biden

Muhammad Taufiq Selasa, 18 Mei 2021 | 12:42 WIB

Amerika Jual Senjata ke Israel, Erdogan Meradang Semprot Joe Biden
Presiden Turki, Tayyib Erdogan. [Anadolu Agency]

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik keras dunia barat sebab dinilai kurang tanggap terhadap konflik Israel-Palestina.

SuaraJatim.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik keras dunia barat sebab dinilai kurang tanggap terhadap konflik Israel-Palestina.

Amerika misalnya, malah menjual senjata kepada Israel di tengah krisis di Gaza. Erdogan menyebut Austria dan Amerika Serikat telah "menulis sejarah dengan tangan berdarah".

Erdogan selama ini dikenal sebagai pembela Palestina. Ia telah menghubungi para pemimpin dunia dalam sepekan terakhir, menyerukan tindakan tegas terhadap Israel karena permusuhan regional paling sengit dalam beberapa tahun tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Berbicara setelah rapat kabinet, Erdogan bahkan mengkritik persetujuan Presiden AS Joe Biden atas penjualan senjata ke Israel.

Baca Juga: CEK FAKTA: Anjing Israel Dilatih untuk Menerkam Orang Salat, Benarkah?

"Anda menulis sejarah dengan tangan berdarah dalam insiden yang merupakan serangan serius yang tidak proporsional di Gaza, yang menyebabkan ratusan ribu orang mati syahid," kata Erdogan, dikutip dari Antara, Selasa (18/05/2021).

"Anda memaksa saya untuk mengatakan ini," Erdogan kembali menegaskan.

Menurut sumber di Kongres, Pemerintahan Biden pada Senin menyetujui potensi penjualan USD 735 juta atau sekitar Rp 10,5 triliun senjata presisi dipandu ke Israel.

Erdogan kemudian beralih ke Eropa, mengutuk Austria karena mengibarkan bendera Israel di atas kanselir federal di Wina pada hari Jumat (14/05/2021).

"Negara bagian Austria sedang mencoba untuk membuat Muslim membayar harga untuk orang Yahudi yang menjadi sasaran genosida," kata Erdogan.

Baca Juga: Kenapa Israel Menyerang Palestina? Bagaimana Awal Mulanya?

Kanselir Austria Sebastian Kurz, yang sangat pro-Israel, menyebut langkah itu sebagai tanda solidaritas di tengah bentrokan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait