alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Varian Baru Covid Tersebar di 3 Daerah Jatim Bukan Lewat PMI, Tapi Orang Lokal

Muhammad Taufiq Selasa, 22 Juni 2021 | 14:07 WIB

Varian Baru Covid Tersebar di 3 Daerah Jatim Bukan Lewat PMI, Tapi Orang Lokal
Ilustrasi Varian Baru Virus Corona (Suara.com/Tika Nindra)

Varian baru Covid-19 B16172 Delta atau varian India sudah menyebar di tiga daerah di Jawa Timur ( Jatim ), yakni di Bangkalan, Bojonegoro dan Sampang.

SuaraJatim.id - Varian baru Covid-19 B16172 Delta atau varian India sudah menyebar di tiga daerah di Jawa Timur ( Jatim ), yakni di Bangkalan, Bojonegoro dan Sampang.

Virus ini teridentifikasi di tubuh pasien positif Covid di tiga daerah itu. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana kepada wartawan di Geresik.

"Untuk terbanyak di Bangkalan, lalu Bojonegoro dan Sampang," katanya menegaskan, seperti dikutip dari Antara, Selasa (22/06/2021).

Ia juga menyebut kalau penyebaran varian baru dari India ini bukan berasal dari Pekerja Migran Indonesia (PMI), melainkan menyebar lewat transmisi masyarakat lokal.

Baca Juga: Edan, Laku Juga! Mahasiswa Surabaya Jual Ijazah Palsu SD Hingga S2, Omzet Puluhan Juta

"Ini harus menjadi perhatian bersama, bahwa hasil pemeriksaan kepada pasien yang positif COVID-19 dan CT-nya di bawah 25 dari Laboratorium Unair menunjukkan, mereka itu terkena dari transmisi lokal, bukan dari PMI," katanya.

Meskipun demikian, perempuan berkacamata ini tidak menyebutkan secara rinci jumlah atau angka pasien di masing-masing wilayah, namun menekankan upaya memaksimalkan pencegahan di level hulu, atau pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

"Kami berharap, dengan upaya itu nanti di level hilir tidak kelabakan, sehingga rumah sakit juga tidak penuh seperti sekarang," kata Herlin kepada wartawan.

Ia mengatakan, kondisi rumah sakit di Jatim tingkat keterisian atau Bed Occupancy Ratio (BOR) pada ruang Intensive Care Unit (ICU) sudah sangat tinggi, dengan menunjukkan angka 73 persen.

"Kami masih terus memantau sampai seberapa tinggi penambahan jumlah kasus. Sebab, teorinya jika BOR sudah di atas 60 persen, maka harus menambahi 30 persen tempat tidur, dan jika di atas 80 persen, harus menambah 40 persen tempat tidur dan rumah sakit lapangan," katanya.

Baca Juga: Tiga Tradisi Unik Warga di Jatim Sambut Hari Raya Idul Adha

Pemprov Jatim sebelumnya juga telah mengubah area kantor BPWS sisi Madura menjadi Rumah Sakit Lapangan, Bangkalan untuk merawat pasien COVID-19, karena lonjakan kasus dalam sepekan terakhir.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait