alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Emosi! Emak-emak Jember Korban Arisol 'Geruduk' Kantor Polisi, Kerugian Miliaran

Muhammad Taufiq Jum'at, 02 Juli 2021 | 09:51 WIB

Emosi! Emak-emak Jember Korban Arisol 'Geruduk' Kantor Polisi, Kerugian Miliaran
Belasan emak-emak melapor ke kantor polisi Jember [Foto: Suarajatimpost]

Emak-emak warga Jember Jawa Timur nampak emosi mendatangi kantor kepolisian setempat, Kamis (01/07/2021).

SuaraJatim.id - Emak-emak warga Jember Jawa Timur nampak emosi mendatangi kantor kepolisian setempat, Kamis (01/07/2021). Mereka langsung menuju Pos Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember.

Para emak-emak ini mengaku sebagai korban penipuan dari arisan online (Arisol). Mereka melaporkan seorang perempuan bernama Wilda Lu'luul Mukaromah alias Luluk warga Perumahan Antirogo di Dusun Klonceng, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari.

Luluk dianggap melakukan penipuan dan membawa lari uang peserta arisan kurang lebih miliaran rupiah. Demikian disampaikan salah satu emak-emak bernama Dian.

"Nominalnya besar, karena pesertanya ada 20 orang lebih. Tidak hanya dari Jember, ada yang dari Banyuwangi, Blitar, Jawa Tengah, dan daerah lainnya. Ini sekarang (korban lainnya), masih perjalanan ke Jember," katanya, dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com.

Baca Juga: Buruknya Pengelolaan APBD Kabupaten Jember 2020 Disorot DPRD

Sistem arisan yang diikutinya sudah berlangsung kurang lebih 3 tahunan. Namun beberapa bulan belakangan si penyelenggara arisan dianggap menghilang dan diduga membawa kabur uang milik anggota arisan.

"Karena pesertanya itu ada yang bayar Rp 4 juta, ada yang duo (satu nomor arisan diikuti dua orang), ada juga yang sampai Rp 12 juta. Sedangkan (sistemnya), yang dapat pertama pengutang, yang kedua pendonor," ujar ibu muda asal Kecamatan Rambipuji ini.

Namun kemudian setelah berjalan beberapa bulan, katanya, ada peserta arisan yang menjadi anggota duo tidak bayar. Padahal sudah mendapat uang arisan pertama untuk ikut arisol ini.

"Bisa dibilang kabur tapi ya tidak tahu lagi. Tapi tidak mau menemui (saat diminta klarifikasi alasan tidak mau membayar arisan), dan (dianggap) tidak ada tanggung jawabnya," katanya jengkel.

"Padahal nomornya (Whatsapp) ada, dan aktif. Kalau niat baik ya temui kita ini. Pakai materai (untuk pertanggung jawaban), juga langsung bayar berapa ayo semampunya," ujarnya.

Baca Juga: Dikira Tidur, 2 Remaja Jember Tewas Tergeletak di Belakang Rumah Tetangganya

Namun anggota tersebut menghilang, ditambah Penyelenggara arisan juga tidak bisa dihubungi. Bahkan rumah terduga pelaku juga sudah lama kosong tidak ditempati.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait