Ortu Meninggal Akibat Covid-19, Ratusan Anak di Ponorogo Kini Jadi Yatim

Kasus lonjakan kematian akibat Covid-19 di Ponorogo memang tinggi.

Muhammad Taufiq
Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:20 WIB
Ortu Meninggal Akibat Covid-19, Ratusan Anak di Ponorogo Kini Jadi Yatim
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Ponorogo Surono [Foto: Timesindonesia]

SuaraJatim.id - Kasus lonjakan kematian akibat Covid-19 di Ponorogo memang tinggi. Akibat tinggingya kasus kematian, data terbaru banyak anak-anak di sana ditinggal orang tuanya.

Ratusan anak di Kota Reog itu sekarang berstatus yatim dan yatim piatu setelah orang tuanya meninggal terinfeksi virus asal Wuhan China itu. Dinas Sosial P3A Kabupaten Ponorogo menyebutkan ada sekitar 200 anak.

Oleh sebab itu, ratusan anak tersebut ke depan akan mendapatkan layanan dukungan psikososial dari Pemerintah Ponorogo.

Seperti dijelaskan Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Ponorogo Surono. Ia mengatakan, untuk tahap pertama ada 25 anak mendapat bantuan baik dukungan mental dan spiritual dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga:Empat Anak di Bantul Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Bupati: Kami Akan Beri 3 Jaminan

"Selain itu mereka juga mendapat bantuan sembako. Sementara untuk jangka panjang, pemerintah menggandeng Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) agar bersedia menampung mereka," kata Surono, dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Kamis (12/8/2021).

Menurutnya, dari ratusan anak tersebut ada yang statusnya yatim piatu dimana kedua orang tuanya meninggal dunia. Tapi ada juga yang hanya ditinggal ibu atau bapaknya saja.

Bagi yang sudah yatim piatu ditawarkan apakah bersedia tinggal di panti asuhan atau tinggal bersama saudaranya yang masih hidup.

Jika memilih tinggal bersama saudaranya, maka pengasuhannya tetap bisa dilakukan LKSA meski hidup di luar panti.

"Selain itu kami saat ini masih mendata kebutuhan yang paling diperlukan bagi ratusan anak yatim piatu itu," kata Surono.

Baca Juga:Pemprov DKI Mulai Mendata Anak Yatim atau Piatu Baru karena Pandemi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini