facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Mural Jokowi 404: Not Found, Moeldoko: Ini Bicara Akhlak!

Muhammad Taufiq Kamis, 19 Agustus 2021 | 15:42 WIB

Viral Mural Jokowi 404: Not Found, Moeldoko: Ini Bicara Akhlak!
Mural 'Jokowi 404:Not Found' berada di bawah jembatan layang Jalan Pembangunan 1, Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Kekinian mural mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu telah dihapus. [Ist]

Ribut-ribut kasus mural kritik terhadap Presiden Jokowi yang bertuliskan Jokowi 404: Not Found di Batu Ceper, Tanggerang, akhirnya direspons oleh Istana.

SuaraJatim.id - Ribut-ribut kasus mural kritik terhadap Presiden Jokowi yang bertuliskan Jokowi 404: Not Found di Batu Ceper, Tanggerang, akhirnya direspons oleh Istana.

Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko menegaskan Presiden Jokowi tidak pernah beper (bawa perasaan) terkait dengan viral mural yang sering bermunculan di mana-mana.

Hanya saja, Moeldoko mengingatkan pembuat mural tidak berlebihan dan mencaci maki. Selama ini, presiden selalu terbuka terhadap kritik dan mengajak semua elemen masyarakat berdiskusi.

Apalagi berkaitan dengan kebebasan berekspresi dan karya seni di Indonesia. Menurut Moeldoko presiden sangat suka dengan karya seni.

Baca Juga: Kabareskrim Klaim Jokowi Tak Berkenan Polisi Responsif Kasus Mural 404 Not Found

"Sebenarnya dari awal Presiden selalu mengatakan, dan ini lebih bersifat edukatif ya. Presiden sangat terbuka, enggak pernah pusing dengan kritik. Beliau sangat terbuka untuk diskusi, beliau juga suka karya seni. Hanya saja ini bicara akhlak," kata Moeldoko di Jakarta, Kamis (19/8/2021).

"Tetapi beliau selalu menyisipkan sebuah kalimat yang indah. 'Kita orang timur memiliki adat, jadi kalau mengkritik sesuatu yang beradab.' Tata krama ukuran budaya kita itu supaya dikedepankan," ujar Moeldoko, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com.

Moeldoko menegaskan, fenomena jelek tidak boleh dibiarkan di Indonesia. Negara harus turun dan bertanggungjawab, jika dibiarkan maka yang akan dirugikan negara sendiri. Generasi muda Indonesia harus punya akhlak yang baik, tidak boleh prilaku jelek dibiarkan begitu saja.

Oleh sebab itu Moeldoko mengajak masyarakat lebih bijaksana lagi dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah. Menurut dia harus dibedakan antara mengkritik dengan mencaci maki. Antara kebencian dan karya seni yang indah.

"Bukan hanya selalu bicara antikritik. Cobalah lihat cara-cara mengkritiknya itu, berikutnya kadang-kadang kita mudah sekali untuk menjustifikasi, menyamakan antarkritik dengan fitnah," kata Moeldoko. .

Baca Juga: Moeldoko Bicara Adab Mengkritik, Politisi Demokrat Sindir Kasus Rebut Partai

Petugas Cari Pembuat Mural

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait