Empat Desa di Sumenep Belum Menikmati Listrik, Mahasiswa Demo Bupati

Sebanyak empat desa di Kecamatan Kangayan, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, sampai sekarang belim bisa menikmati listrik.

Muhammad Taufiq
Kamis, 09 September 2021 | 17:37 WIB
Empat Desa di Sumenep Belum Menikmati Listrik, Mahasiswa Demo Bupati
Ilustrasi listrik. [Pinterest]

SuaraJatim.id - Sebanyak empat desa di Kecamatan Kangayan, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, sampai sekarang belim bisa menikmati listrik.

Warga di empat desa itu sampai sekarang belum teraliri listrik sehingga membuat kondisi desa masih gelap jika malam tiba. Hal ini menuai respons dari mahasiswa di Sumenep.

Mereka menggelar demonstrasi siang tadi. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka), berunjuk rasa ke kantor Bupati Sumenep, Kamis (09/09/2021).

Mereka menuntut kejelasan soal nyala listrik di Kecamatan Kangayan, Kepulauan Kangean. Sambil berorasi, mahasiswa membentangkan poster-poster berisi protes. Diantaranya,’istri hilang karna gelap’, ‘Kangayan gelap bupati kemana’.

Baca Juga:Bisa Ditiru, Begini Cara Setrika Baju Saat Mati Lampu

Kemudian ada juga poster ‘Pemerintah Sumenep tutup mata, tutup hati, Kangayan gelap gulita’, ‘Janji Bupati Bismillah melayani Kangayan gelap, masyarakat Kangayan tidak butuh gostingan tapi butuh kepastian’.

"Kami minta Bupati mendesak PLN agar segera merealisasikan nyala listrik di Kangayan, supaya kami tidak terus-menerus merasakan kegelapan karena tidak ada listrik," kata Korlap aksi Achmad Farliansa, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com.

Ia menjelaskan, masyarakat Kangayan juga menginginkan adanya transparansi harga pemasangan KWH/VA baru. Selama ini, dinilai telah terjadi pungli di Kangayan.

"Bupati harus membentuk tim khusus untuk memberantas pungli listrik ini. Kami ingin segera bisa meniimati nyala listrik. Mana janji Bupati dan Wabup?" ujarnya.

Ia mengatakan, ada empat desa di Kepulauan/Kecamatan Kangayan yang belum teraliri listrik yakni Desa Batuputih, Tambayangan, Jukong-Jukong, dan Cangkaraman. Ia meminta agar Bupati keluar menemui mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasinya.

Baca Juga:Nahas, Pria Paruh Baya di Samarinda Tewas Tersengat Listrik saat Perbaiki Atap Rumah

"Kami minta ditemui langsung oleh Bupati, bukan yang mewakili. Kami ingin bertemu Bupati, bukan yang lain," katanya menandaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak