Tak Bisa Pulang, Diplomat Afghanistan di Eranya Ghani Minta Dunia Tak Akui Taliban

Sekelompok diplomat Afghanistan di eranya Ashraf Ghani meminta para pemimpin dunia tidak mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan.

Muhammad Taufiq
Jum'at, 17 September 2021 | 06:30 WIB
Tak Bisa Pulang, Diplomat Afghanistan di Eranya Ghani Minta Dunia Tak Akui Taliban
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid berbicara dalam konferensi pers di Kabul, Afganistan, Senin (6/9/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/aww/cfo (REUTERS/STRINGER)

Jawad Raha, sekretaris pertama di kedutaan besar Afghanistan di Washington, mengatakan kepada Reuters bahwa pos terdepannya masih beroperasi.

Para diplomat di sana berfokus pada penyediaan layanan bagi warga Afghanistan yang tinggal di Amerika Serikat dan menarik perhatian dunia pada situasi di Afghanistan.

Raha mengatakan kedutaan telah menurunkan foto Ashraf Ghani setelah dia tiba-tiba meninggalkan kursi kepresidenan, meninggalkan negara itu pada 15 Agustus, dan meninggalkan Kabul hingga dikuasai Taliban.

"Kami semua kecewa, seperti kedutaan-kedutaan lainnya, (atas) cara dia (Ghani) meninggalkan negara," kata Raha.

Baca Juga:Wanita Afghanistan Mulai Berontak, Ramai-ramai Unggah Baju Tradisional di Twitter

Ghani pada pekan lalu mengatakan dia pergi karena dia ingin menghindari pertumpahan darah dan membantah tuduhan dia mencuri jutaan dolar dalam perjalanannya keluar Afghanistan.

Pernyataan para diplomat Afghanistan itu juga menyerukan pembentukan misi pencari fakta internasional yang independen di Afghanistan "untuk memastikan keadilan dan akuntabilitas."

Pernyataan tersebut juga menyerukan agar para pemimpin dunia mengkonsolidasikan upaya untuk menciptakan sebuah pemerintahan yang inklusif dan dinegosiasikan di Afghanistan, yakni pemerintahan "yang dapat diterima oleh semua orang Afghanistan, termasuk perempuan dan minoritas."

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini