alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wisata Hutan Magrove dan Taman Hutan Raya Surabaya Bakal Dibuka dengan Prokes Ketat

Muhammad Taufiq Rabu, 06 Oktober 2021 | 16:53 WIB

Wisata Hutan Magrove dan Taman Hutan Raya Surabaya Bakal Dibuka dengan Prokes Ketat
Wisata hutan mangrove Kota Surabaya [Foto: Antara]

Kabar menggembirakan bagi warga Kota Surabaya. Sebentar lagi sejumlah tempat wisata di ibu kota Provinsi Jawa Timur ini akan dibuka kembali.

SuaraJatim.id - Kabar menggembirakan bagi warga Kota Surabaya. Sebentar lagi sejumlah tempat wisata di ibu kota Provinsi Jawa Timur ini akan dibuka kembali.

Setelah Kebun Binatang Surabaya (KBS), kini giliran Taman Hutan Raya (Tahura) dan Kebun Raya Mangrove (KRM) di Wonorejo dan Gunung Anyar. Namun pembukaan tetap dengan protokol kesehatan ketat.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yanuar Herlambang. Ia mengatakan, saat ini, syarat pembukaan Tahura dan KRM tinggal menunggu QR code PeduliLindugi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta regulasi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

"Kami masih tunggu QR PeduliLindungi. Beberapa hari sudah buat surat pengajuan," katanya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (06/10/2021).

Baca Juga: Kampung Narkoba di Jalan Kunti, Bandar dan Pengedar Pencet Alarm Jika Digerebek Polisi

Bahkan, lanjut dia, standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan di KRM maupun Tahura sudah siap. Bahkan sebelumnya, kata dia, sudah pernah dilakukan asesmen oleh Satgas COVID-19 Surabaya.

Ia mengatakan, sebenarnya SOP protokol kesehatan di KRM maupun Tahura sudah lama dipersiapkan. Apalagi, sebelum adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), KRM juga sudah pernah dilakukan buka tutup.

"Selama ini kami sudah menerapkan prokes, kan pernah buka tutup juga. Itu sudah pernah diasesmen (Satgas COVID-19), kapasitas (KRM) kita sekitar 300-an (pengunjung)," katanya.

Oleh karenanya, Herlambang kembali memastikan, bahwa seluruh kesiapan protokol kesehatan di KRM dan Tahura sudah matang. Dengan demikian, lanjut dia, ketika regulasi Inmendagri beserta QR code PeduliLindungi turun, pembukaan KRM dan Tahura bisa langsung dilakukan.

Sedangkan untuk mekanisme, Herlambang menyebutkan, nantinya pihaknya akan melakukan pengawasan jumlah pengunjung dengan menggunakan kartu di pintu masuk. Kartu ini untuk menghitung jumlah pengunjung yang masuk ke area lokasi maksimal 300 orang.

Baca Juga: Maling Celingak-celinguk Terekam CCTV, Pura-pura Pipis Ternyata Curi Motor di Surabaya

"Jadi, kami kontrolnya pakai kartu. Kartunya jumlahnya 300, kalau itu habis ya tutup. Menunggu ada pengunjung yang keluar, baru pengunjung lain masuk. Itu yang diterapkan, gantian," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait