3. Menambah Pendapatan
Tips atur keuangan saat wabah ini usahakan tidak menggantungkan hidup hanya dari satu sumber pendapatan. Sumber pendapatan kedua, ketiga, dan seterusnya akan menjadi proteksi jika terjadi pemangkasan pada sumber penghasilan utama.
Jika penghasilan utama berasal dari gaji kantor, maka penghasilan tambahan bisa didapatkan dari berdagang maupun bekerja secara lepas.
Penghasilan tambahan juga bisa membantu banyak hal misalnya menambah dana darurat, membayar premi asuransi hingga berinvestasi.
Baca Juga:Meski Pandemi Membaik, IDI Minta Pemerintah Perketat Penjagaan Pintu Masuk Indonesia
4. Proteksi Asuransi Jiwa
Pandemi bisa mengancam nyawa siapa saja. Walau sudah menjaga diri dengan protokol kesehatan, kemungkinan tertular tetap akan terjadi.
Apabila status anda adalah kepala keluarga maka sangat penting untuk memiliki asuransi jiwa. Jika asuransi kesehatan bisa dimanfaatkan ketika sakit, maka asuransi jiwa bisa dicairkan oleh ahli waris jika pemegang asuransi meninggal dunia. Asuransi jiwa direkomendasikan untuk tulang punggung keluarga.
5. Waspadai Pengeluaran Tidak Tetap
Pengeluaran tidak tetap di masa pandemi biasanya berkisar pada memanfaatkan jasa online atau mengirim buah tangan kepada kerabat.
Baca Juga:Ya Ampun! Selama Pandemi Covid-19, Sudah 64 Dokter di Jawa Tengah Meninggal Dunia
Lakukan pencatatan keuangan secara disiplin untuk mengetahui nominal pengeluaran tidak tetap ini. Kemudian, evaluasi pos keuangan agar bulan berikutnya bisa menekan pengeluaran tersier.