facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

BACAAN Latin Surah Abasa, Kisah Rasulullah dan Kaum Quraisy

Pebriansyah Ariefana Kamis, 11 November 2021 | 09:23 WIB

BACAAN Latin Surah Abasa, Kisah Rasulullah dan Kaum Quraisy
Ilustrasi berdoa (pixbay)

Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang dia harapkan agar mereka masuk Islam.

SuaraJatim.id - Surah Abasa adalah surah ke-80 dalam Al Quran. Surah ini tergolong Surah Makkiyah yang terdiri atas 42 ayat.

Dinamakan Abasa yang diambil dari kata Abasa yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang dia harapkan agar mereka masuk Islam.

Lalu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah membacakan kepadanya ayat-ayat Al Quran yang telah diturunkan Allah.

Akan tetapi, Rasulullah bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu. Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap Rasulullah terhadap ibnu Ummi Maktum itu.

Baca Juga: 4 Tugas Malaikat Mikail Selain Memberikan Rezeki

Berikut bacaan Surah Abasa latin dan terjemahannya.

1. 'abasa wa tawall

Artinya, Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling

2. an j`ahul-a'm

Artinya, karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum).

Baca Juga: 3 Kandungan Surat Al Humazah yang Perlu Diketahui

3. wa m yudrka la'allah yazzakk

Artinya, Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)

4. au yaakkaru fa tanfa'ahu-ikr

Artinya, atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya?

5. amm manistagn

Artinya, Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Quraisy),

6. fa anta lah taadd

Artinya, maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya,

7. wa m 'alaika all yazzakk

Artinya, padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).

8. wa amm man j`aka yas'

Artinya, Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),

9. wa huwa yakhsy

Artinya, sedang dia takut (kepada Allah),

10. fa anta 'an-hu talahh

Artinya, engkau (Muhammad) malah mengabaikannya.

11. kall innah takirah

Artinya, Sekali-kali jangan (begitu)! Sungguh, (ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan,

12. fa man sy`a akarah

Artinya, maka barangsiapa menghendaki, tentulah dia akan memperhatikannya,

13. f uufim mukarramah

Artinya, di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah),

14. marf'atim muahharah

Artinya, yang ditinggikan (dan) disucikan,

15. bi`aid safarah

Artinya, di tangan para utusan (malaikat),

16. kirmim bararah

Artinya, yang mulia lagi berbakti.

17. qutilal-insnu m akfarah

Artinya, Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!

18. min ayyi syai`in khalaqah

Artinya, Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya?

19. min nufah, khalaqah fa qaddarah

Artinya, Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya.

20. ummas-sabla yassarah

Artinya, Kemudian jalannya Dia mudahkan,

21. umma amtah fa aqbarah

Artinya, kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya,

22. umma i sy`a ansyarah

Artinya, kemudian jika Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.

23. kall lamm yaqi m amarah

Artinya, Sekali-kali jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya.

24. falyanuril-insnu il a'mih

Artinya, Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

25. Ann ababnal-m`a abb

Artinya, Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit),

26. umma syaqaqnal-ara syaqq

Artinya, kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,

27. fa ambatn fh abb

Artinya, lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian,

28. wa 'inabaw wa qab

Artinya, dan anggur dan sayur-sayuran,

29. wa zaitnaw wa nakhl

Artinya, dan zaitun dan pohon kurma,

30. wa ad`iqa gulb

Artinya, dan kebun-kebun (yang) rindang,

31. wa fkihataw wa abb

Artinya, dan buah-buahan serta rerumputan.

32. mat'al lakum wa li`an'mikum

Artinya, (Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.

33. fa i j`ati-khkhah

Artinya, Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),

34. yauma yafirrul-mar`u min akhh

Artinya, pada hari itu manusia lari dari saudaranya,

35. wa ummih wa abh

Artinya, dan dari ibu dan bapaknya,

36. wa ibatih wa banh

Artinya, dan dari istri dan anak-anaknya.

37. likullimri`im min-hum yauma`iin sya`nuy yugnh

Artinya, Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.

38. wujhuy yauma`iim musfirah

Artinya, Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri,

39. ikatum mustabsyirah

Artinya, tertawa dan gembira ria,

40. wa wujhuy yauma`iin 'alaih gabarah

Artinya, dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram),

41. tarhaquh qatarah

Artinya, tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan).

42. ul`ika humul-kafaratul-fajarah

Artinya, Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka.

Keutamaan dan Khasiat Surah Abasa

1. Surat Abasa termasuk dalam Al-Mufashshal yang diberikan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai tambahan, sehingga beliau memiliki keutamaan dan keistimewaan dibandingkan dengan nabi-nabi pendahulunya.

2. Orang yang membacanya akan memperoleh perlindungan dari Allah dan mendapatkan surga-Nya.

Abi Abdullah berkata, “Barangsiapa yang membaca ‘abasa watawalla (Surat 'Abasa), dan idzasy-syamsu kuwwirat (At-Takwir), maka ia akan berada di bawah sayap (perlindungan) Allah, di dalam naungan Allah dan kemuliaan-Nya, di dalam surga-Nya, Insya Allah.” (Tsawabul A’mal: 151)

3. Ia akan keluar dari kubur dengan bahagia.

Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat 'Abasa), maka ia keluar dari kuburnya di hari kiamat dengan tertawa dan berbahagia. Barangsiapa yang menulisnya pada kulit kijang, dan menggantungnya (menjadikannya kalung), maka ia tidak melihat kecuali kebaikan ke mana pun ia menghadapi.” (Tafsirul Burhan, Juz 8: 211)

4. Dapat dijadikan doa atau wasilah bagi musafir akan diselamatkan ketika perjalanan.

Ash-Shidiq berkata, “Ketika seseorang musafir membacanya di jalan, maka apa pun yang di sekitar jalannya sudah cukup baginya (memenuhi kebutuhannya) dalam perjalanan itu.” (Tafsirul Burhan, Juz 8: 211)

Demikian sedikit pembahasan mengenai Surah Abasa dan keutamaannya. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat.

Kontributor : Titi Sabanada

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait